Trump Alihkan Strategi Iran ke Sanksi Ekonomi

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih menekankan tekanan ekonomi melalui sanksi dibanding melancarkan serangan militer baru terhadap Iran pada Kamis (13/8/2026). Seperti dilansir dari Investor Daily, langkah ini menandai pergeseran taktis AS dalam merespons konflik di kawasan tersebut.

Pemerintah AS kini memfokuskan tindakan pada dampak sanksi ekonomi, termasuk pemberlakuan blokade terhadap pelabuhan utama Iran. Sementara itu, pihak Iran memblokir jalur strategis Selat Hormuz di tengah krisis inflasi yang melanda negara tersebut.

Trump mengungkapkan pendekatan baru pemerintahannya yang dinilai lebih tenang dalam menghadapi situasi ekonomi Teheran saat ini.

"Kami mengambil pendekatan yang lebih tidak mencolok (low-key). Kami hanya setengah bernegosiasi dengan mereka. Kami cukup mengamati situasi Iran yang sedang dilanda inflasi besar dan kehabisan uang," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Analis menilai pergeseran ini dipicu oleh keterbatasan pilihan militer serta menipisnya cadangan amunisi militer AS. Meski demikian, AS mengklaim tetap memegang kendali atas perairan Selat Hormuz.

"Iran bangkrut, benar-benar bangkrut, dan mereka tidak membayar tentaranya," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Kondisi keuangan Iran dinilai sangat rentan akibat pembatasan ekspor minyak dan pemblokiran akses aset luar negeri. Kendati demikian, pakar memprediksi kondisi ini belum tentu mengubah arah kebijakan politik para pemimpin Iran secara drastis.

"Iran berada dalam kondisi ekonomi yang buruk. Mereka tidak dapat mengapalkan minyak dalam jumlah signifikan, masih tertekan sanksi, dan tidak bisa mengakses aset mereka di luar negeri. Pertanyaannya adalah, apakah para pemimpin Iran benar-benar memedulikannya? Saya pikir mereka peduli, tetapi tidak sampai mengubah arah kebijakan secara drastis," kata Michael O'Hanlon, Pakar Brookings Institution.

Menanggapi kebijakan tersebut, Pemerintah Iran menyebut dorongan sanksi baru dari Washington sebagai bentuk kegagalan diplomasi. Teheran menilai langkah tersebut sebagai pengulangan strategi lama yang tidak efektif.

"Setiap kali Washington terbukti tidak mampu menjalankan diplomasi, mereka mundur ke langkah sanksi. Ketika sanksi itu gagal membuahkan hasil, mereka hanya menambah dosisnya," kata Esmaeil Baqaei, Juru Bicara Pemerintah Iran.

Juru bicara Iran tersebut juga menegaskan kesiapan negaranya dalam menghadapi tekanan politik dan ekonomi yang dilancarkan oleh AS.

"Rakyat Iran telah membuktikan mereka adalah pemain catur profesional," kata Esmaeil Baqaei, Juru Bicara Pemerintah Iran.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed