Tim SAR Perluas Pencarian Korban Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok
Tim SAR gabungan memperluas pencarian korban kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin di perairan Selat Lombok pada hari ketiga operasi, Jumat (14/8/2026), dengan pengerahan helikopter dan armada laut.
Posko pencarian dipusatkan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, untuk mengantisipasi korban yang terbawa arus jauh dari lokasi awal kejadian. Pencarian melibatkan helikopter PT SGI, kapal Basarnas, serta kapal TNI Angkatan Laut.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi, mengatakan, "Untuk hari ketiga proses pencarian terhadap KMP Putri Yasmin, kami menggerakkan helikopter dari PT SGI untuk menyisir langsung dari udara menuju sektor selatan barat daya dari lokasi kejadian awal."
Operasi juga didukung oleh kapal KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, KAL Belongas, KAL Lembar, dan kapal patroli TNI Angkatan Laut, serta kapal komersial yang melintas di Selat Lombok.
Ratusan personel dari berbagai instansi, termasuk Kantor SAR Mataram, SAR Denpasar, Lanal Mataram, Ditpolair Polda NTB, KSOP Lembar, DVI Biddokkes Polda NTB, dan tim medis RSUD NTB serta RSUD Mataram, terlibat dalam operasi ini.
KMP Putri Yasmin terbakar saat melayari rute Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.39 WITA. Tim gabungan telah mengevakuasi 172 penumpang dan kru, dengan satu korban WNI meninggal dunia dan satu warga Australia selamat.
Manifest resmi kapal mencatat 114 penumpang dan 17 kru, total 131 orang. Perbedaan dengan angka penyintas yang mencapai 172 orang menunjukkan dugaan kelebihan kapasitas atau penumpang tidak terdaftar.
Proses pencarian terus berlanjut hingga seluruh sektor Selat Lombok dapat disisir menyeluruh. Indonesia yang bergantung pada transportasi laut menghadapi tantangan penegakan standar keselamatan dan ketidaksesuaian manifest penumpang yang berulang.
Musibah ini menambah deretan kecelakaan transportasi laut di Indonesia. Evaluasi kelayakan armada dan kesiapan alat keselamatan menjadi penting untuk mencegah tragedi serupa.
Informasi ini dilansir dari Investor Daily.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow