Tim SAR Evakuasi 173 Korban Kebakaran KMP Putri Yasmin
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 173 orang dari insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin di perairan Pantai Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (12/8/2026). Peristiwa yang terjadi di Selat Lombok sekitar pukul 04.39 WITA tersebut mengakibatkan satu orang penumpang meninggal dunia.
Humas Kantor SAR Mataram I Gusti Lanang Wiswananda menyampaikan bahwa seluruh korban dievakuasi menggunakan sejumlah armada laut, meliputi KN SAR 220 Mataram, Portlink II, KAL Lembar, kapal Polairud, serta dua kapal yacht. Kapal tersebut sedianya melakukan pelayaran dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok.
Proses evakuasi mencatat KN SAR 220 Mataram mengangkut 59 korban termasuk satu warga negara asing asal Australia. Portlink II mengevakuasi 35 orang, KAL Lembar membawa 18 orang, Yacht No Comment menyelamatkan 58 orang, dan Yacht Steelhere mengevakuasi tiga orang, di mana satu korban di antaranya dikonfirmasi meninggal dunia.
Pencarian udara dan laut juga dikerahkan oleh Kantor SAR Denpasar untuk memastikan seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK) telah terevakuasi dari lokasi kejadian.
"Hari ini sudah melaksanakan operasi SAR pencarian terhadap KMP Putri Yasmin yang terbakar. Hari ini juga, kami sudah mengerahkan alut udara (alat utama helikopter) dari SGI Air Bali, yang kami laksanakan kurang lebih terbang 1 jam 40 menit yang kami laksanakan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya.
Petugas di lapangan memastikan tidak ada lagi penumpang yang tertinggal di atas kapal yang terbakar setelah melakukan pemantauan intensif di area perairan tersebut.
"Sudah melaksanakan searching di atas kapal terbakar Putri Yasmin tersebut. Tetapi tidak melihat ABK-ABK yang masih ada di board kapal yang terbakar dan ada lima liferaft atau perahu karet tetapi tidak ada korban atau penumpang," kata Sidakarya.
Hasil pengamatan udara mengonfirmasi keberadaan sejumlah perahu penyelamat di permukaan air tanpa ada korban yang terdampar di sekitarnya.
"Dan kita melihat dengan liferaft-liferaft, kurang lebih ada 5 yang kita lihat di di atas permukaan. Tetapi tidak ada korban atau yang kita cari, dan nihil semuanya. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan dalam misi kemanusiaan ini berjalan dengan aman dan lancar," kata Sidakarya.
Insiden pelayaran ini terjadi kurang dari satu bulan setelah kebakaran kapal feri KMP Mutiara Sentosa 2 di lepas pantai Pulau Madura yang merenggut lima korban jiwa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow