Tempo Scan dan SBP Group Bentuk Perusahaan Patungan Obat Inovatif

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) resmi menjalin kemitraan strategis dengan anak perusahaan Sino Biopharmaceutical Limited (SBP Group), yaitu Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group Co., Ltd. (CTTQ). Keduanya sepakat mendirikan perusahaan patungan bernutrisi biofarmasi bernama PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI), seperti dilansir dari Investor Daily.

Skema kepemilikan saham dalam entitas baru ini menempatkan Sino Biopharmaceutical atau CTTQ sebagai pemegang porsi mayoritas sebesar 51 persen. Sementara itu, porsi saham selebihnya, yaitu 49 persen, dikuasai oleh Tempo Scan Group.

Acara peresmian kerja sama tersebut diselenggarakan pada Jumat (24/06/2026). Peresmian ini dihadiri oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Executive Chairman dan Co-founder Tempo Scan Group Handojo S. Muljadi, deretan perwakilan pemerintah, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, serta Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad.

Airlangga Hartarto menyampaikan pembentukan entitas anyar ini berpotensi memacu produksi obat biofarmasi nasional. Langkah ini difokuskan pada penanganan penyakit yang marak diidap warga, seperti gangguan liver, diabetes, hingga penyakit jantung.

Langkah pengembangan sektor biofarmasi ini dipandang penting guna menekan angka ketergantungan Indonesia terhadap pasokan obat impor yang mahal. Upaya ini ditargetkan mampu memangkas harga obat di pasar domestik sekaligus menekan disparitas harga dengan negara tetangga.

"Dengan diproduksi di sini, harganya diharapkan bisa ditekan dan bisa diakses oleh masyarakat maupun melalui sistem asuransi BPJS," ujarnya.

Sinergi kedua entitas menyatukan dua kekuatan utama. Tempo Scan berkontribusi menyediakan jangkauan pasar domestik, jaringan distribusi, serta kapabilitas manufaktur, sedangkan CTTQ dan SBP Group menyuplai teknologi produk biologis, riset dan pengembangan, serta portofolio obat inovatif.

Airlangga menambahkan pendirian entitas ini memperkuat kemandirian produksi lokal lantaran fasilitas manufaktur berada di naungan Tempo Scan. Di sisi lain, hal ini membantu mengatasi keterbatasan kapasitas industri biofarmasi nasional, khususnya dalam penyediaan bahan baku aktif farmasi (active pharmaceutical ingredients).

"Ini akan menambah kemandirian produksi karena manufakturnya berada di grup Tempo, sedangkan produknya berasal dari grup CTTQ," katanya.

Langkah TCBI difokuskan untuk mengemas, mengembangkan, serta memasarkan produk biologis, obat khusus, hingga obat inovatif secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang. Jangkauan produk mencakup obat generik, specialty care, hingga obat yang sedang dalam proses registrasi.

SBP Group sendiri merupakan korporasi asal China berbasis riset yang menguasai rantai pengembangan obat, mulai dari penelitian, manufaktur, hingga komersialisasi. Portofolio pengobatan SBP Group mencakup sektor respirasi, kardiometabolik, onkologi, dan specialty care.

Di sisi domestik, Tempo Scan ditopang oleh 16 fasilitas produksi serta 238 jaringan distribusi di seluruh wilayah Indonesia. Portofolio produk konsumennya mencakup merek-merek populer seperti bodrex, hemaviton, NEO rheumacyl, Oskadon, MY BABY, Marina, dan vidoran.

Investasi Jangka Panjang dan Alih Teknologi

Handojo S. Muljadi menegaskan bahwa skema perusahaan patungan dipilih karena berorientasi jangka panjang dan melampaui sekadar perjanjian lisensi. Pendirian fasilitas produksi dan penyusunan peta jalan alih teknologi menjadi bagian terintegrasi dalam rencana bisnis TSPC.

"Kalau joint venture, sifatnya berwawasan jangka panjang. Kami akan terus mengembangkan roadmap, termasuk untuk alih teknologi," katanya.

Handojo menambahkan bahwa kemitraan ini merupakan bukti bahwa pasar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi jangka panjang yang menarik bagi investor global. Kerja sama ini diharapkan memperluas akses pasien terhadap terapi modern sekaligus memperkuat ekosistem farmasi nasional.

"Penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah strategis Tempo Scan dalam memperkuat bisnis bioteknologi dan specialty pharmaceutical," tambahnya.

President International SBP Group Philip Duong mengemukakan bahwa pembentukan TCBI menjadi tonggak krusial dalam agenda ekspansi internasional perusahaan. Penggabungan inovasi global dan kekuatan komersial lokal diyakini mempercepat kehadiran terapi kesehatan mutakhir bagi masyarakat Indonesia.

"Pembentukan TCBI merupakan tonggak penting dalam strategi pengembangan internasional SBP Group," ujarnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed