Yum! Brands Jual Pizza Hut Rp44 T, CEO Aaron Powell Mundur

Smallest Font
Largest Font

Yum! Brands, perusahaan restoran cepat saji asal Amerika Serikat, menyelesaikan penjualan jaringan restoran Pizza Hut senilai US$2,7 miliar atau sekitar Rp44 triliun. Transaksi ini memicu pengunduran diri CEO global Pizza Hut, Aaron Powell, efektif mulai 1 September 2026, menurut dokumen regulator.

Penjualan ini merupakan bagian dari langkah strategis Yum! Brands yang juga menaungi KFC dan Taco Bell, untuk melepas bisnis yang mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir. LongRange Capital, perusahaan private equity AS, membeli Pizza Hut di AS dan seluruh wilayah internasional kecuali China, dengan nilai US$1,5 miliar.

Powell telah menjabat sebagai CEO global Pizza Hut sejak 2021 dan sebelumnya mengumumkan rencana pengunduran dirinya lewat LinkedIn. Ia menyatakan bahwa pemilik baru menawarkan kepadanya untuk tetap melanjutkan peran setelah transaksi selesai.

Namun, setelah transaksi rampung, Powell memilih mundur. Penjualan ini terjadi di tengah penurunan kinerja Pizza Hut yang disebabkan oleh lemahnya permintaan konsumen, persaingan ketat di industri restoran cepat saji, dan perubahan perilaku konsumen. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah meningkatnya penggunaan obat penurun berat badan berbasis GLP-1 yang menekan nafsu makan.

Dengan pengalihan kepemilikan ini, Pizza Hut memasuki fase baru dengan harapan menghidupkan kembali kinerja perusahaan di bawah manajemen baru.

Di sisi lain, gangguan distribusi air terjadi di Kota Depok akibat masalah kelistrikan di Instalasi Pengolahan Air Citayam. Sepuluh wilayah terdampak, termasuk Citayam dan Grand Depok City, dengan proses perbaikan diperkirakan memakan waktu hingga enam jam untuk wilayah terjauh, ujar Sekretaris PDAM Tirta Asasta Depok, Haryadi.

Haryadi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat gangguan ini dan memastikan tim teknis berupaya memperbaiki secepat mungkin agar distribusi air kembali normal secara bertahap.

Laporan Kaspersky pada kuartal pertama 2026 menunjukkan peningkatan agresivitas serangan siber yang menargetkan pengguna ponsel di Asia-Pasifik, terutama di Indonesia dan India dengan masing-masing 15.163 dan 18.187 deteksi serangan.

Peretas memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan seperti teks AI, kloning suara, dan video deepfake untuk menipu korban. Lebih dari separuh kasus penipuan berhasil menggasak data pribadi atau uang korban dalam waktu kurang dari 30 menit, ujar Choon Hong Chee, Head of Consumer Channel Asia Pasifik Kaspersky.

Pengguna diimbau memeriksa aplikasi secara ketat, menghindari tautan mencurigakan, mengaktifkan autentikasi ganda, dan rutin memperbarui sistem keamanan ponsel.

Sementara itu, asap dari kebakaran hutan di Kalimantan telah mencapai Manila, Filipina, memicu peringatan darurat kesehatan masyarakat. Indeks kualitas udara di Metro Manila mencapai tingkat sangat tidak sehat, memaksa penghentian kegiatan belajar di beberapa wilayah, kata Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Filipina.

Fisikawan atmosfer Gerry Bagtasa menjelaskan bahwa partikel kecil dari asap yang terbawa angin barat daya sangat berbahaya dan berasal dari kebakaran hutan yang membara di Kalimantan, menurut laporan South China Morning Post.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed