Take-Two Ajukan Subpoena untuk Ungkap Pelaku Kebocoran GTA 6
Take-Two, perusahaan induk Rockstar Games, mengajukan beberapa subpoena ke pengadilan distrik federal untuk mendapatkan data terkait kebocoran video gameplay Grand Theft Auto 6 (GTA 6) yang tersebar secara online. Subpoena ditujukan kepada Microsoft dan Discord untuk menyerahkan data pengguna yang diduga terlibat dalam penyebaran klip sebelum peluncuran resmi pada November 2026, termasuk data akun OneDrive dan Xbox yang terkait. Dalam permohonan yang diajukan pada 20 Agustus, Take-Two menyatakan bahwa materi yang dibocorkan meliputi konten audiovisual, karya seni, gambar, dialog, dan elemen kreatif lainnya yang dilindungi hak cipta.
Take-Two menegaskan bahwa data yang diminta hanya akan digunakan untuk mengidentifikasi pelaku pelanggaran dan melindungi hak perusahaan.
Microsoft diminta menyerahkan semua catatan bisnis dan investigasi internal terkait persona "Cyberleek" yang diduga sebagai sumber kebocoran, termasuk informasi akun pengguna, email pendaftaran, alamat IP, nomor telepon, dan data perangkat terkait. Discord juga diminta memberikan data serupa terkait akun yang berkomunikasi di server yang berhubungan dengan "Cyberleek", "CinematicRockstar", "Surfer24k™", serta komunitas terkait lainnya termasuk server editor populer GTA 5 streamer Matthew "Matt" Judge.
Judge merespon di platform X bahwa ia tidak mengetahui soal kebocoran dan tidak ada klip bocoran di Discord miliknya. Identitas individu atau kelompok yang membocorkan rekaman gameplay dan peta GTA 6 belum terungkap, dan Rockstar Games belum memberikan komentar resmi.
Klip kebocoran yang beredar diunggah dengan nama "Cyberleek" dan disertai manifesto yang mengkritik praktik industri game seperti pre-order digital dan konten berbayar tersembunyi, serta memanfaatkan kebocoran untuk menggalang dana lewat mata uang kripto. Kebocoran ini memunculkan reaksi beragam dari komunitas gamer, dengan sebagian menyayangkan kebocoran karena merugikan pengembang, sementara lainnya mengkritik perusahaan atas praktik bisnisnya. Take-Two juga meminta penghapusan konten yang melanggar hak cipta dan berupaya mengungkap pelaku lewat pengadilan, dengan tenggat waktu pengumpulan data oleh Microsoft dan Discord hingga 4 September 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow