Starcloud Raih Pendanaan Rp 4,43 Triliun untuk Data Center Orbit
Startup infrastruktur kecerdasan artifisial (AI) luar angkasa Starcloud mengantongi pendanaan baru sebesar USD 250 juta atau sekitar Rp 4,43 triliun dengan dukungan dari Nvidia. Suntikan modal tersebut dialokasikan untuk memperluas manufaktur serta menggenjot pengembangan jaringan data center orbital dalam skala besar.
Suntikan dana perpanjangan putaran Seri A ini membuat valuasi perusahaan melonjak hingga USD 2,3 miliar atau setara Rp 40,77 triliun. Pencapaian modal terbaru tersebut menggenjot akumulasi dana yang berhasil dihimpun Starcloud sejak awal berdiri pada 2024 menjadi USD 450 juta atau Rp 7,98 triliun.
Dilansir dari Detik iNET, putaran pendanaan ini dipimpin oleh Manhattan West dengan partisipasi investor lama seperti Benchmark, EQT, Soma, NFX, dan 776. Selain Nvidia, jajaran investor baru yang masuk melimputi Cisco Investments, Cedar Capital, Goanna Capital, serta Standard Capital.
Masuknya Nvidia akan memperkuat ekspansi teknologi Starcloud yang sebelumnya telah meluncurkan unit GPU Nvidia H100 ke orbit pada November 2025 untuk pelatihan model AI. Dalam kolaborasi tahap berikutnya, Starcloud berencana mengadopsi chip Nvidia Space-1 Vera Rubin Module yang dirancang khusus tahan terhadap radiasi dan suhu ekstrem luar angkasa.
Untuk mendukung proyek jangka panjang, Starcloud sedang membangun fasilitas manufaktur seluas 100.000 kaki persegi di Woodinville, Washington, guna memproduksi wahana Starcloud-3. Unit pusat data orbital berukuran besar tersebut rencananya akan diluncurkan memanfaatkan roket Starship buatan SpaceX.
Starcloud juga telah mengajukan izin resmi kepada Federal Communications Commission (FCC) untuk mengoperasikan hingga 88.000 satelit berkapasitas komputasi orbital mencapai 20 gigawatt. Meski demikian, ketersediaan slot kapasitas peluncuran roket dalam jumlah besar masih menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan perusahaan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow