Seequent Perkuat Kolaborasi Teknologi Subsurface Sektor Tambang dan Energi

Smallest Font
Largest Font

Seequent memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pertambangan, panas bumi, energi, dan infrastruktur melalui ajang Seequent Connect Indonesia 2026 di Jakarta. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pengambilan keputusan proyek dan meningkatkan efisiensi operasional lewat teknologi pemodelan bawah permukaan, dilansir dari Investor Daily pada Jumat (7/8/2026).

Acara tersebut dihadiri lebih dari 100 profesional industri, akademisi, dan organisasi profesi, seperti perwakilan PT Vale, Ormat Technologies, PT Promisco, IAGI, MGEI, hingga Institut Teknologi Bandung (ITB). Para peserta membahas pemanfaatan pemodelan geologi 3D, analisis geoteknik, dan integrasi data geosains untuk meminimalkan risiko proyek.

Direktur Pengembangan Bisnis Seequent Scott Moore menyampaikan bahwa pasar Indonesia memiliki peran strategis di kawasan Asia Pasifik seiring melonjaknya investasi sektor energi dan infrastruktur.

"Seequent Connect Indonesia 2026 merupakan bagian dari investasi jangka panjang kami untuk memperkuat kemitraan lokal, meningkatkan kapasitas profesional, serta mendukung pengambilan keputusan proyek yang lebih akurat melalui teknologi subsurface," ujar Scott Moore, Direktur Pengembangan Bisnis Seequent.

Penerapan teknologi tersebut telah memberikan hasil nyata, seperti hemat biaya pengeboran hingga US$ 8 juta pada proyek nikel PT Stargate di Sulawesi. Sementara pada proyek Lumut Balai Unit 3 milik Pertamina Geothermal Energy, biaya pengeboran berhasil ditekan dari US$ 9 juta menjadi US$ 7,5 juta, serta menghemat US$ 1 juta pada proyek Jalan Trans Papua yang digarap PT Hutama Karya.

Selain penyediaan teknologi, Seequent bekerja sama dengan perguruan tinggi dan asosiasi profesi untuk mengembangkan kompetensi SDM di bidang geosains. Melalui kemitraan dengan ITB, Seequent memberikan lisensi perangkat lunak akademik dan pelatihan berbahasa Indonesia.

Ketua MGEI Rosalyn Wullandhary menilai bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing industri geosains nasional.

"Forum seperti Seequent Connect Indonesia menjadi wadah berbagi pengalaman, pengembangan kompetensi, serta mempercepat adopsi inovasi di industri," kata Rosalyn Wullandhary, Ketua MGEI.

Peningkatan pemahaman kondisi bawah permukaan ini diharapkan mampu mendukung pencapaian target pembangunan nasional, termasuk visi Indonesia Emas 2045 pada sektor energi dan infrastruktur.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed