Lionel Scaloni Hadapi Luis de la Fuente di Final Piala Dunia 2026
Tim nasional Argentina dan Spanyol akan bertanding dalam babak final Piala Dunia 2026 di New Jersey pada Minggu, 20 Juli 2026. Laga ini mempertemukan pelatih Argentina, Lionel Scaloni, dengan mantan gurunya yang kini melatih Spanyol, Luis de la Fuente.
Hubungan keduanya bermula saat Scaloni mengikuti kursus kepelatihan UEFA Pro di Las Rozas, Spanyol, pada tahun 2017. Saat itu, De la Fuente bertindak sebagai salah satu instruktur materi taktik dan pembentukan tim.
Kini, keduanya membawa rekam jejak kesuksesan masing-masing di level internasional sebelum laga pamungkas. Scaloni telah memenangkan Copa America dan Piala Dunia 2022, sementara De la Fuente meraih gelar Nations League 2023 dan Euro 2024 bersama Spanyol.
Dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Scaloni memberikan tanggapan terkait hubungannya dengan De la Fuente setelah menghadiri acara seremonial FIFA di Manhattan.
"Vengo por vos" bisik teknisi tim nasional Argentina kepada Luis de la Fuente, pelatih Spanyol, saat mereka berpelukan di atas panggung dan melewatkan selfie yang mempertemukan Kevin Durant, Tom Brady, Novak Djokovic, Rio Ferdinand, Leo Messi, Dibu Martínez, dan Rodri.
Scaloni mengaku bahwa ia bersedia menghadiri acara promosi tersebut semata-mana karena kehadiran mantan gurunya tersebut.
"Estábamos en una situación surrealista ahí..." kata Scaloni.
Menurut laporan El Pais, Scaloni hanya bersedia datang demi menghormati De la Fuente.
"Fui porque iba a ir él. Si no..." tambah Scaloni.
Scaloni juga menambahkan rincian mengenai hubungan personal dan pandangan taktis mereka berdua menjelang laga final.
"Además de haber sido mi profe en el curso de entrenador, yo he tenido una particular relación con él, porque me gusta su cercanía y casualmente hoy nos encontramos en una final" tegas Scaloni setelah Argentina mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal.
Ia juga menegaskan posisinya meskipun memiliki kedekatan emosional dengan negara Spanyol tempat ia tinggal saat ini.
"Ustedes saben que yo vivo en España, tengo familia española, pero el domingo, lo siento, vamos a intentar ganarles" lanjut Scaloni.
Terkait pemahaman taktik antarpelatih, Scaloni menjelaskan seberapa jauh mereka saling mengetahui strategi masing-masing.
"Bueno, me conoce como persona. Nos sabemos mucho, somos amigos, sí, pero no sabe lo que yo pienso del fútbol" jelas Scaloni dalam sesi pers terpisah yang dilansir DAZN.
Scaloni menilai kedua tim memiliki filosofi permainan yang mirip dalam hal penguasaan bola.
"Lo que sí sabemos es cómo juega su equipo y él sabe cómo juega el mío. Hemos estado hablando de los patrones de cada uno, pero son evidentes. Los patrones futbolísticos de cada equipo son evidentes: a través de la pelota, los dos, con algunos matices, cada uno el suyo, atacar de una manera o de otra, pero sí, a través del balón" urai Scaloni.
Ia berharap kesamaan karakter permainan ini mampu menyajikan tontonan yang menghibur bagi para suporter.
"Y en eso creo que sí tenemos patrones parecidos, que intentamos hacernos fuertes con la pelota. En eso es verdad que somos similares. Así que esperemos que el domingo sea un buen espectáculo y, sobre todo, para que la gente lo disfrute y sea un buen partido de fútbol" harap Scaloni.
Ketika ditanya mengenai kekuatan tim nasional Spanyol, Scaloni menanggapinya dengan sebuah kelakar mengenai armada bus lawan.
"Que el autobús salga del hotel ya me preocupa" canda Scaloni.
Ia kemudian mengonfirmasi rasa hormatnya terhadap perkembangan performa Spanyol di bawah arahan De la Fuente.
"¿Cómo no va a preocupar España? Es un gran equipo, es una gran selección, que viene haciendo una etapa con Luis muy buena. Me pone contento, la verdad. Así que de España me preocupa todo" pungkas Scaloni.
Di sisi lain, Luis de la Fuente juga memberikan pandangannya mengenai sosok Scaloni dan pentingnya manajemen skuad.
"Soy admirador de él en lo futbolístico y es una gran persona" puji Luis de la Fuente sebelum laga perempat final melawan Belgia.
Mengenai filosofi melatihnya, De la Fuente menekankan bahwa aspek hubungan antarmanusia di dalam tim jauh lebih krusial dibandingkan dengan strategi di atas papan tulis.
"Lo más importante es gestionar un grupo, más allá de lo táctico" terang Luis de la Fuente dilansir La Jornada.
Ia mengutamakan pemilihan pemain yang mampu melebur ke dalam ide besar tim dan memberikan dampak positif secara kolektif.
"Gestionar personas, gestionar profesionales, dar lo que necesitan, seleccionar a los que se integran bien a una idea y que en el plano humano que sean personas que sumen" tutup Luis de la Fuente.
Pertandingan final Piala Dunia 2026 ini dijadwalkan menjadi satu-satunya laga yang akan dihadiri langsung oleh Presiden Amerika Serikat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow