Samuel Sekuritas Sebut Fase Terburuk BRMS Telah Berlalu, Saham Bisa Naik Lebih Tinggi

Smallest Font
Largest Font

Penulis : Jauhari Mahardhika 12 Aug 2026 | 17:44 WIB

Salah satu fasilitas milik PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (Foto: BRMS)

JAKARTA, investor.id – Samuel Sekuritas Indonesia menilai fase terburuk PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) telah berlalu, seiring rampungnya perluasan area tambang dan kembali beroperasinya tambang terbuka mulai kuartal III-2026. Saham BRMS masih bisa naik lebih tinggi.

“Pemulihan operasional diperkirakan mendorong laba bersih BRMS pada kuartal III-2026 menjadi US$ 25 juta,” tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya, dikutip pada Rabu (12/8/2026).

Menurut Samuel Sekuritas, persoalan pushback atau pengupasan bertahap untuk memperluas area tambang serta kelebihan pasokan emas di pasar domestik mulai teratasi pada kuartal III-2026. Kondisi tersebut menjadi titik awal pemulihan kinerja BRMS setelah mengalami tekanan pada kuartal sebelumnya.

Samuel Sekuritas memperkirakan pemulihan kinerja Bumi Resources Minerals akan makin kuat memasuki kuartal IV-2026. Salah satu pendorongnya adalah peningkatan kapasitas pabrik dari 500 ton per hari (tonnes per day/tpd) menjadi 2.000 tpd.

Kegiatan tambang terbuka juga telah kembali berjalan pada kuartal III-2026. Dengan begitu, laba bersih BRMS pada periode tersebut diperkirakan pulih menjadi US$ 25 juta.

Dalam jangka lebih panjang, katalis berikutnya berasal dari rencana dimulainya penambangan bawah tanah pada semester II-2027. Samuel Sekuritas memperkirakan langkah tersebut dapat meningkatkan kadar emas menjadi 3,5–4,9 gram per ton (g/t).

Selain itu, perjanjian penyerapan hasil produksi (offtake) antara PT Citra Palu Minerals (CPM) – anak usaha BRMS – dengan PT Antam Tbk (ANTM) hingga Juni 2028 dinilai dapat membantu mengatasi hambatan penjualan emas di pasar domestik.

Pada kuartal II-2026, kinerja BRMS tertekan cukup dalam. Pendapatan merosot 62,1% menjadi US$ 26,3 juta dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter on quarter/qoq) atau anjlok 54,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Secara kumulatif, pendapatan BRMS pada semester I-2026 tercatat US$ 95,8 juta atau turun 20,7% yoy. Realisasi tersebut hanya mencapai 35,3% dari estimasi Samuel Sekuritas dan 26,3% dari konsensus tahun ini, sehingga hasil itu di bawah ekspektasi.

Tekanan pendapatan terutama disebabkan oleh volume penjualan emas yang merosot 57,4% qoq menjadi 196 kilogram. Pelemahan tersebut terjadi di tengah kondisi kelebihan pasokan di pasar domestik.

Potensi Kenaikan Saham BRMS

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Ramalan Kinerja Bumi Resources (BUMI) Akhir 2026, Target Harga Tinggi

Di Antara Saham Bank Besar, Pilihan Jatuh ke Saham Ini

IHSG Siap Lanjutkan Reli, 6 Saham Jadi Andalan Cuan

Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin 10 Agustus 2026: PSAB, ARCI, BRMS

BRMS Tempuh Jalan Terjal, Ada Target Harga Baru

Market 2 menit yang lalu Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Kamis, 13 Agustus 2026 Prediksi IHSG Kamis 13 Agustus 2026 menguji level 6.400. Simak rekomendasi saham BRPT, EXCL, TINS, dan UNVR.

Macroeconomy 11 menit yang lalu Purbaya: PPh 22 Marketplace Bisa Ditunda Lagi Jika Ekonomi Belum Pulih Purbaya membuka peluang penundaan lagi PPh 22 marketplace jika ekonomi belum pulih. Saat ini pungutan ditunda hingga 31 Oktober 2026.

Business 12 menit yang lalu Proyek LRT City Mangkrak, Danantara Panggil Adhi Karya Danantara menekankan pentingnya tindak lanjut Adhi Karya terhadap berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat dari pembangunan LRT City.

Macroeconomy 21 menit yang lalu Aida S. Budiman Bakal Gantikan Destry sebagai Deputi Senior Gubernur BI Aida S. Budiman diusulkan menggantikan Destry Damayanti sebagai Deputi Gubernur Senior BI. DPR akan memproses tiga calon deputi BI.

Macroeconomy 31 menit yang lalu Pajak Marketplace Ditunda, Purbaya Ingin Daya Beli Masyarakat Terjaga Pajak marketplace ditunda hingga Oktober 2026. Purbaya ingin menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat demi mendorong ekonomi mendekati 6%.

Market 32 menit yang lalu Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Kamis 13 Agustus 2026 Harga emas Antam (ANTM) diprediksi bergerak fluktuatif di sekitar level ini pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Tag Terpopuler

Terpopuler

Ramalan Laba GOTO Akhir 2026 & 2027, Keluar Target Harga Baru

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Rabu 12 Agustus 2026, Cek Rinciannya

Penulis : Jauhari Mahardhika 12 Aug 2026 | 17:44 WIB

Dari sisi laba, rendahnya kadar bijih menekan margin BRMS hingga perseroan mencatat rugi bersih US$ 4,8 juta pada kuartal II-2026. Kondisi tersebut berbalik dari laba bersih US$ 18,1 juta pada kuartal I-2026.

Akibatnya, laba bersih Bumi Resources Minerals pada semester I-2026 tersisa US$ 13,3 juta atau ambles 40,3% yoy. Realisasinya setara 23,8% dari estimasi Samuel Sekuritas dan 12,7% dari konsensus. Ini juga berada di bawah ekspektasi.

Tekanan operasional BRMS pada kuartal II-2026 juga terlihat dari penurunan kadar emas menjadi 0,9 g/t. Sebagai perbandingan, kadar emas tercatat 1,42 g/t pada kuartal I-2026 dan 1,52 g/t pada semester I-2025.

Penurunan tersebut terjadi karena perusahaan menggunakan persediaan bijih yang telah ditimbun selama proses pushback River Reef hingga kuartal II-2026.

Dampaknya, volume produksi emas hanya mencapai 26% dari target tahun 2026 yang sekitar 80 ribu troy ounce (koz). Adapun harga realisasi emas BRMS tercatat US$ 4.138 per ons, terpangkas 8,3% qoq.

Namun, karena fase terburuk telah terlewati, Samuel Sekuritas kembali mempertahankan rekomendasi beli saham BRMS. Target harga saham BRMS berdasarkan metode valuasi sum of the parts (SOTP) sebesar Rp 900.

Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan harga saham hingga 41,7% jika mengacu pada harga di pasar saat ini.

Meski demikian, Samuel Sekuritas tetap mencatat sejumlah risiko yang dapat menekan prospek BRMS. Salah satunya, potensi penurunan harga emas di tengah kondisi suku bunga yang lebih tinggi.

Ketidakpastian volume penjualan juga menjadi risiko karena perjanjian offtake dengan ANTM hanya mencakup 60% dari total volume penjualan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed