Saham Unitree Melonjak 460 Persen Saat Debut Perdana di Bursa Shanghai
Produsen robot humanoid asal Tiongkok, Unitree, mencatatkan kenaikan saham sebesar 460 persen pada hari pertama per perdagangan di Bursa Efek Shanghai, Rabu (19/8/2026). Perusahaan berbasis di Hangzhou tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar 6,1 miliar yuan atau sekitar 904 juta dolar AS dalam penawaran umum perdana di papan STAR Market.
Saham Unitree yang ditawarkan pada harga awal 150,80 yuan per lembar ditutup pada level 845 yuan, setelah sempat menyentuh level tertinggi 1.100 yuan atau naik 629 persen. Lonjakan harga saham ini memberikan nilai kapitalisasi pasar bagi Unitree sekitar 50 miliar dolar AS.
Hasil dari IPO ini akan dialokasikan untuk penelitian dan pengembangan robot tingkat lanjut serta pembangunan basis manufaktur. Unitree menjadi pembuat robotik humanoid pertama yang mencatatkan sahamnya di bursa Tiongkok daratan.
Perusahaan yang didirikan oleh Wang Xingxing pada tahun 2016 ini mencatatkan pendapatan sekitar 1,7 miliar yuan atau sekitar 250 juta dolar AS pada tahun 2025. Pendapatan tersebut utamanya berasal dari penjualan robot humanoid dan robot berkaki empat, dengan lebih dari 40 persen di antaranya berasal dari pasar luar negeri.
Pasar Amerika Serikat menyumbang sekitar 13 persen dari total pendapatan Unitree tahun lalu. Namun, Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) melarang impor robot humanoid dan quadruped buatan luar negeri yang baru pada Juli lalu atas alasan keamanan nasional. Selain itu, Departemen Pertahanan AS memasukkan Unitree ke dalam daftar perusahaan militer Tiongkok pada Juni, yang melarang militer AS berkontrak langsung dengan perusahaan tersebut.
Lembaga riset Omdia mencatat bahwa Unitree dan AGIBOT masing-masing mengirimkan lebih dari 5.000 unit dari total sekitar 15.000 robot humanoid yang dikirim secara global tahun lalu. Untuk semester pertama tahun 2026, total pengiriman robot humanoid dari produsen Tiongkok diperkirakan mencapai 18.500 unit.
"Ujian persaingan yang sebenarnya adalah apakah perusahaan – baik Tiongkok maupun Amerika – dapat mencapai kinerja yang andal dan pengembalian investasi yang menarik dalam penggelaran industri dan komersial skala besar," kata Kangyuxiao Li, analis di firma riset investasi Morningstar.
Li menambahkan bahwa pencatatan saham ini memberikan akses investasi langsung kepada investor domestik.
"Memberikan investor Tiongkok daratan paparan langsung kepada salah satu perusahaan terkemuka di sektor ini," kata Kangyuxiao Li, analis di Morningstar.
Peluncuran saham Unitree berlangsung bersamaan dengan gelaran World Robot Conference di Beijing yang diikuti lebih dari 300 peserta pameran. Sementara itu, saham produsen robot Tiongkok lainnya, UBTech, justru mengalami penurunan lebih dari 10 persen di bursa Hong Kong pada hari yang sama.
Pengamat industri menilai bahwa meskipun Unitree telah membukukan keuntungan, sebagian besar produk robot saat ini masih digunakan untuk keperluan demonstrasi, riset, dan lembaga pendidikan daripada aplikasi komersial skala luas.
"Pembeli ritel Tiongkok cenderung lebih didorong oleh publisitas," kata Lian Jye Su, kepala analis di Omdia.
Ia menekankan pentingnya IPO ini bagi perkembangan industri robotika secara keseluruhan.
"Namun hal terpenting tentang IPO ini adalah kenyataan bahwa ini akan menjadi tolok ukur bagi industri robotika humanoid," kata Lian Jye Su, kepala analis di Omdia.
Ia juga menyoroti kondisi industri yang masih berada pada tahap awal pengembangan.
"Industri ini masih berada pada tahap yang sangat awal," kata Lian Jye Su, kepala analis di Omdia.
Analis tersebut menambahkan pertanyaan utama yang perlu dijawab dalam perkembangan pasar ke depan.
"Hal pertama yang saya cari jawabannya adalah seberapa nyata permintaan tersebut?" kata Lian Jye Su, kepala analis di Omdia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow