Saham MGLV Melonjak Auto Reject Atas Usai Pengumuman Rencana Rights Issue
Saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) mengalami peningkatan volume transaksi secara drastis hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA) sebesar 9,85 persen. Pergerakan ini mengantarkan harga saham ke level Rp 9.200 per lembar pada penutupan sesi I perdagangan Selasa (11/8/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Volume perdagangan MGLV pada pertengahan hari tersebut mencatatkan antrean beli di harga batas atas Rp 9.200 sebanyak 5.126 lot. Total saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I mencapai 2,64 juta saham dengan frekuensi 457 kali dan nilai transaksi sebesar Rp 24,19 miliar.
Capaian tersebut melonjak signifikan dibanding aktivitas perdagangan pada Senin (10/8/2026). Pada hari sebelumnya, transaksi saham MGLV hanya mencatatkan angka 179,9 ribu saham dengan frekuensi 253 kali serta nilai transaksi Rp 1,49 miliar. Secara akumulatif, saham MGLV mencatat lonjakan hingga 1.528 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Lonjakan harga saham ini terjadi di tengah rencana perseroan melangsungkan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) atau rights issue. Emiten yang sebelumnya bernama PT Panca Anugerah Wisesa Tbk ini berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 285.732.512 saham baru dengan nilai nominal Rp 20 per saham.
Manajemen MGLV menyampaikan bahwa kepastian jumlah saham dan harga pelaksanaan PMHMETD I akan ditetapkan kemudian dalam prospektus resmi. Penetapan harga tersebut bakal memperhitungkan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk Peraturan OJK tentang HMETD dan Peraturan I-A.
"Harga pelaksanaan PMHMETD I akan ditetapkan kemudian di dalam prospektus PMHMETD I. Hal ini dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk POJK HMETD dan Peraturan I-A," kata manajemen MGLV dalam keterbukaan informasi.
Aksi korporasi penerbitan saham baru ini membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 3 September 2026. Selain itu, rencana ini harus mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Alokasi Dana Usaha dan Rencana Transaksi
Dana yang dihimpun dari hasil PMHMETD I setelah dikurangi biaya-biaya emisi rencananya bakal dialokasikan untuk beberapa agenda strategis. Di antaranya adalah pelunasan pengambilalihan PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier Genai Center (NGC), pembayaran lebih awal utang perseroan kepada PT Nextier Datamate Center (NDC), serta keperluan modal kerja dan belanja modal kegiatan usaha data center.
Bersamaan dengan rencana tersebut, MGLV mengumumkan rangkaian skema transaksi bisnis. Perseroan berencana melakukan divestasi dengan menjual seluruh saham anak perusahaan kepada PT Trijaya Wisesa Makmur (TWM) bernilai Rp 121,47 miliar, diikuti pengalihan aset dan kewajiban kepada TWM sebesar Rp 1,90 miliar.
MGLV juga memproses pengambilalihan perusahaan target NAC dan NGC dari NDC senilai Rp 1,99 miliar, pengalihan piutang dari NDC sebesar Rp 668,6 miliar, serta penerimaan fasilitas pinjaman pemegang saham dari NDC dengan nominal hingga Rp 4 triliun.
Perubahan Struktur Pemilik Manfaat
Di sisi kepemilikan, terjadi perubahan struktur pengendali tingkat individu pada emiten infrastruktur AI ini. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per akhir Juni 2026, nama Sugito Walujo atau Patrick Walujo sudah tidak terdaftar sebagai pemilik manfaat akhir.
Penerima manfaat akhir MGLV saat ini menyisakan dua nama, yaitu Glenn T Sugita dan Suriyanto melalui kepemilikan saham via PT Nextier Datamate Center. Glenn Sugita sendiri dikenal sebagai pengendali PT Persib Bandung Bermartabat.
Perubahan ini berbeda dari laporan per akhir Mei 2026 yang masih mencantumkan tiga nama penerima manfaat akhir. Patrick Walujo sebelumnya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan komisaris MGLV lewat surat tertanggal 19 Juni 2026, yang kemudian disetujui dalam RUPS Tahuann pada 24 Juni 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow