Saham Gudang Garam Anjlok 11 Persen Meski Laba Bersih Melesat 2.440 Persen

Smallest Font
Largest Font

Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terus melemah secara berturut-turut dalam tiga hari perdagangan bursa terakhir. Seperti dikutip dari Investor Daily, harga saham emiten rokok ini anjlok hingga 5,32 persen ke level Rp 19.575 pada perdagangan Rabu (12/8/2026).

Pelemahan tersebut diwarnai dengan aksi jual bersih oleh investor asing yang mencapai Rp 8,29 miliar. Aktivitas perdagangan saham GGRM mencatatkan transaksi sebanyak 2,63 juta saham dengan frekuensi 5.116 kali dan nilai transaksi sebesar Rp 51,96 miliar.

Tren penurunan ini telah berlangsung sejak awal pekan. Pada 10 dan 11 Agustus 2026, saham produsen rokok tersebut berturut-turut terkoreksi sebesar 4,49 persen dan 0,36 persen.

Jika dihitung dari posisi penutupan Jumat (7/8/2026) di level Rp 21.725, akumulasi penurunan harga saham GGRM telah mendekati 11 persen. Adapun Mandiri Sekuritas sempat menetapkan target harga untuk saham GGRM pada level Rp 19.100.

Tekanan pada harga saham GGRM ini terbilang kontras dengan pencapaian kinerja keuangannya. PT Gudang Garam Tbk membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,97 triliun sepanjang semester I-2026.

Perolehan laba bersih tersebut melonjak pesat sebesar 2.440 persen dari posisi Rp 117,16 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Lonjakan ini mendongkrak laba per saham perseroan menjadi Rp 1.547 dari sebelumnya Rp 61 per akhir Juni 2025.

Dari sisi pendapatan, Gudang Garam sebenarnya mencatatkan penurunan omzet dari Rp 44,36 triliun pada semester I-2025 menjadi Rp 41,17 triliun. Namun, perseroan berhasil melakukan efisiensi dengan menekan biaya pokok penjualan menjadi Rp 35,19 triliun dari sebelumnya Rp 40,58 triliun.

Strategi penghematan tersebut berhasil mendorong pertumbuhan laba bruto menjadi Rp 5,98 triliun pada enam bulan pertama tahun ini, naik dibandingkan Rp 3,78 triliun pada periode Januari–Juni 2025.

Per 30 Juni 2026, total aset perseroan juga meningkat ke posisi Rp 77,87 triliun yang disokong oleh kenaikan kas dan setara kas menjadi Rp 8,71 triliun. Sementara itu, total liabilitas GGRM tercatat berada di level Rp 13,77 triliun.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed