Saham Gudang Garam GGRM Melonjak Ke Rp 21050 Dan Dekati Level Tertinggi
Laju saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) kembali menguat ke zona hijau pada sesi I perdagangan Jumat (7/8/2026). Penguatan ini terjadi setelah saham perseroan sempat mengalami penurunan sebesar 1,67% pada perdagangan Kamis (6/8/2026) kemarin.
Hingga sekitar pukul 10.00 WIB, saham emiten produsen rokok ini tercatat melambung 2,18% menuju posisi Rp 21.050. Transaksi perdagangan mencapai volume sekitar 343,7 ribu saham dengan frekuensi 737 kali serta nilai transaksi sebesar Rp 7,19 miliar.
Mengutip data dari aplikasi Stockbit Sekuritas, pergerakan di tingkat Rp 21.050 tersebut mendekati batas tertinggi harga saham GGRM dalam kurun 52 pekan terakhir yang berada pada level Rp 21.200. Performa saham Gudang Garam sendiri telah menunjukkan lonjakan signifikan melebihi 33% dalam rentang waktu sebulan terakhir.
Target harga yang ditetapkan oleh Mandiri Sekuritas (Mansek) sebesar Rp 19.100 telah terlampaui oleh pergerakan aktual saham Gudang Garam saat ini. Kondisi tersebut menandakan laju harga saham perseroan bergerak melampaui estimasi awal yang dipatok oleh Mansek.
Tren positif pergerakan saham GGRM belakangan ini ditopang oleh kinerja keuangan perseroan yang solid, seperti dilansir dari Investor Daily. PT Gudang Garam Tbk berhasil mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,97 triliun sepanjang semester I-2026.
Capaian laba bersih tersebut mengalami peningkatan tajam hingga 2.440% jika dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama di tahun 2025 sebesar Rp 117,16 miliar. Merujuk laporan keuangan per 30 Juni 2026, perolehan laba per saham melesat menjadi Rp 1.547 dari sebelumnya Rp 61 pada akhir Juni 2025.
Efisiensi Biaya Pokok Pendapatan
Meskipun laba meroket, dari sisi omzet atau pendapatan, Gudang Garam sebenarnya mencatat penurunan menjadi Rp 41,17 triliun dibandingkan perolehan semester I-2025 yang mencapai Rp 44,36 triliun. Namun, perseroan melakukan efisiensi dengan menekan biaya pokok hingga Rp 35,19 triliun dari posisi sebelumnya Rp 40,58 triliun.
Melalui langkah efisiensi tersebut, laba bruto GGRM untuk enam bulan pertama tahun 2026 terkerek naik menjadi Rp 5,98 triliun dari periode Januari-Juni 2025 sebesar Rp 3,78 triliun. Di samping itu, total aset perusahaan meningkat ke posisi Rp 77,87 triliun seiring bertambahnya kas dan setara kas menjadi Rp 8,71 triliun per 30 Juni 2026, sementara total liabilitas berada di angka Rp 13,77 triliun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow