Rusia Siapkan Mobilisasi 300 Ribu Pasukan Baru untuk Perang Ukraina

Smallest Font
Largest Font

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan bahwa Rusia berencana melakukan mobilisasi hingga 300.000 tentara tambahan untuk memperkuat operasi militernya di wilayah timur Ukraina.

Langkah rekrutmen massal tersebut diperkirakan bakal berlangsung setelah gelombang pemilihan parlemen Rusia selesai pada pertengahan September 2026.

Zelensky menyebutkan bahwa Moskow berpotensi memperbesar jumlah rekrutmen pasukan hingga mencapai total 500.000 personel pada 2027.

"Kami yakin ini tidak akan terjadi di kota-kota pusat. Namun, saya pikir mereka tidak akan bisa menyembunyikannya dengan sangat rapat," kata Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina.

Strategi penambahan pasukan tersebut difokuskan untuk merebut seluruh wilayah Donbas di Ukraina timur, terutama di sekitar area strategis Kostiantynivka.

Menurut laporan Reuters yang dikutip CNN, Rusia telah kehilangan sekitar 267.000 personel sejak awal tahun, termasuk 155.000 korban tewas.

"Mereka akan kehilangan seluruh 300.000 tentara Rusia yang baru dimobilisasi itu di sana; kami akan melenyapkan mereka," ujar Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina.

Selain peningkatan jumlah personel darat, Moskow juga terus mendongkrak kapasitas produksi rudal balistik domestik hingga menargetkan 1.300 unit per tahun.

Ancaman serangan udara ini menekan sistem pertahanan Ukraina di tengah penurunan pasokan rudal pencegat Patriot dari 675 unit pada 2023 menjadi 264 unit pada 2026.

Di sisi lain, tentara Kyiv mengintensifkan serangan drone ke infrastruktur ekonomi seperti kilang minyak serta gudang logistik di dalam wilayah Rusia.

"Ukraina telah membuka kotak Pandora," kata Vladimir Putin, Presiden Rusia.

Putin menegaskan bahwa Moskow siap membalas langkah tersebut dengan melancarkan serangan balasan ke sektor ekonomi Ukraina yang paling sensitif.

Guna menghadapi potensi krisis pertahanan dan defisit anggaran sebesar 27 miliar dolar AS tahun ini, Ukraina menjalin kesepakatan pasokan sistem pertahanan udara tambahan dari Prancis serta Jerman.

Sementara itu, pemerintah Norwegia melalui Perdana Menteri Gahr Stoere mengumumkan komitmen bantuan militer dan kemanusiaan baru senilai 85 miliar krona untuk mendukung keamanan Eropa.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed