Drone Ukraina Lumpuhkan Sistem Pertahanan Istana Vladimir Putin
Serangan udara jarak jauh militer Ukraina melumpuhkan sistem pertahanan udara pelindung istana Presiden Rusia Vladimir Putin di Gelendzhik, kawasan tepi Laut Hitam, sehingga membuat kediaman senilai Rp20 triliun tersebut kehilangan perlindungan ideal. Rangkaian operasi militer tersebut diawali pada 7 Agustus 2026 dengan kehancuran sistem perang elektronik Volna Kupol Garant yang berfungsi mengacak sinyal satelit Starlink, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Dua hari berikutnya, tepatnya 9 Agustus 2026, unit nirawak Ukraina menghantam peluncur rudal antipesawat S-400 yang berjarak sekitar 19 kilometer dari kompleks kediaman seluas 17.700 meter persegi itu.
Analis militer Yan Matveyev mengonfirmasi bahwa hancurnya sistem pengacak sinyal membuka celah bagi serangan lanjutan terhadap peluncur S-400 yang sempat menembakkan enam rudal ke wilayah Ukraina.
Komandan Pasukan Sistem Nirawak Ukraina Mayor Robert Brovdi menyampaikan bahwa fasilitas peluncur rudal tersebut mengalami kebakaran hebat selama tiga jam setelah hantaman terjadi. Selain menyasar area sekitar kediaman Kremlin di Gelendzhik, gelombang drone Ukraina turut membakar kompleks logistik pergudangan Wildberries seluas 156 ribu meter persegi di Voronezh serta kilang minyak Orsknefteorgsintez di Orsk.
Serangan paralel tersebut juga menyasar pabrik komponen artileri serta peluncur roket majemuk di Orsk, kilang minyak Rosneft di Komsomolsk-on-Amur, hingga pembangkit listrik di Angarsk, Siberia. Sementara itu, pihak Rusia membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan bom udara ke kawasan Zaporizhzhia serta Dnipropetrovsk di Ukraina yang menyebabkan sedikitnya sembilan warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow