Richard Lee Kritik Ketidakhadiran Dokter Detektif dalam Sidang Skincare

Smallest Font
Largest Font

Terdakwa Richard Lee memberikan sindiran menohok atas ketidakhadiran pelapor Samira Farahnaz alias Dokter Detektif dalam sidang pembuktian perkara dugaan pelanggaran standar keamanan produk skincare di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (27/7/2026).

Pihak terdakwa dan tim kuasa hukum mengaku sangat kecewa lantaran pelapor yang dinantikan keterangannya di hadapan majelis hakim justru tidak memenuhi agenda pemeriksaan saksi tersebut.

"Ini yang ditunggu-tunggu oleh saya, pengacara saya juga tunggu. Bahkan, pengacara saya bilang kecewa sih dokter Samira nggak datang sih. Saya harap dokter Samira mau datang sih di persidangan ini. Jangan kabur terus," kata Richard Lee di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (27/7/2026).

Richard Lee pun meminta agar pihak pelapor bersikap lebih kooperatif apabila mendapatkan panggilan persidangan selanjutnya untuk memberikan kesaksian resmi.

"Mudah-mudahan kalau di sidang dipanggil mau datang sih, nggak kabur-kaburan terus. Nanti ngata-ngatain saya, kalau ngata-ngatain orang dari kamera tuh ayam sayur," ujarnya.

Di sisi lain, Richard menegaskan komitmennya untuk terus mengikuti seluruh jalannya prosedur hukum demi membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah dalam tuduhan tersebut.

"Saya di sini dengan pengacara saya mencari kebenaran untuk diri saya. Kalau memang saya salah, saya siap menerima hukuman," tegasnya.

Ia menduga ketidakhadiran pelapor lantaran enggan bertatap muka secara langsung untuk menguji fakta di dalam ruang persidangan.

"Sebelum sidang dia datang terus, tapi giliran dipanggil saksi dia nggak datang. Mungkin kan takut dikonfrontasi, karena kan takut kebohongan-kebohongannya dibuka semua," pungkasnya.

Sebelumnya, Richard Lee juga menilai bahwa tuduhan pelanggaran izin edar produk Klinik Athena, yakni White Tomato dan DNA Salmon, murni dilatarbelakangi persaingan bisnis karena tidak adanya korban medis yang dirugikan.

"Dari persidangan tadi yang bisa saya simpulkan, yang pertama pelapor tidak memiliki platform resmi. Yang kedua tidak ada korban. Tadi kan semuanya bilang tidak ada korban satupun ya, tidak ada korban secara medis, tidak ada luka, tidak ada yang sakit," ujarnya.

Atas dasar temuan dalam rangkaian persidangan tersebut, Richard berkeyakinan bahwa perkara ini sengaja digulirkan oleh pihak yang mengoperasikan bisnis serupa dengannya.

"Yang ketiga, dilaporkan oleh sama-sama yang punya bisnis yang sama. Jadi ini sudah menurut saya sangat terang benderang sekali bahwa ini adalah persaingan bisnis. Semuanya pasti juga bisa lihat sih bahwa ini adalah persaingan bisnis," ungkap Richard.

Fakta persidangan turut menyoroti perdebatan mengenai asal-usul barang bukti, di mana saksi pelapor Haryadi Harding mengaku tidak mengingat pemilik toko daring tempat ia membeli produk.

"Online shop, saya lupa online shop punya siapa," ujar Haryadi di ruang sidang.

Saksi menambahkan bahwa bukti transaksi tersebut sebenarnya sudah diserahkan penuh kepada tim penyidik untuk dimasukkan ke dalam berkas perkara.

"Tertulis, terdokumentasi," katanya.

Sanggahan langsung disampaikan oleh Faizal Hafied selaku kuasa hukum Richard Lee, yang menegaskan bahwa barang bukti obat luar dalam laporan tersebut dibeli dari toko daring milik pihak lain, bukan milik kliennya.

"Menurut laporan, online shop tersebut bukan punya Dokter Richard, bukan punya klien kami," tegas Faizal.

Faizal kemudian membeberkan rincian identitas pemilik toko daring yang tercantum dalam dokumen resmi laporan perkara.

"Oke, berarti bukan di toko klien kami, ini toko punya orang lain. Kedua, Saudara tahu beli di mana? Punya siapa?

Ada Richelle Shop, milik Suyanto, dan satu lagi online shop punya Arman. Produk itu bukan dari klien kami," ujarnya.

Perkara hukum ini terus bergulir di Pengadilan Negeri Tangerang setelah sebelumnya dilimpahkan oleh Kejaksaan Negeri Banten dari penyidikan Polda Metro Jaya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed