Raden Adipati Ario Soejono Jadi Menteri Indonesia Pertama di Belanda
Raden Adipati Ario Soejono merupakan satu-satunya pribumi Indonesia yang pernah menjabat sebagai menteri dalam kabinet pemerintahan Belanda. Pengangkatan ini terjadi pada 6 Juni 1942, saat Belanda berusaha menunjukkan bahwa mereka bukan negara kolonial yang menentang kemajuan, terutama kepada sekutu Amerika.
Lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada 31 Maret 1886, Soejono berasal dari keluarga yang berpengaruh. Ayahnya adalah Bupati Tulungagung, sehingga ia berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi dan memulai karier pemerintahan sejak 1911. Pada usia 30-an, Soejono dipercaya menjadi Bupati Pasuruan selama 1915-1927.
Selain itu, Soejono juga aktif sebagai anggota Volksraad, lembaga perwakilan pada masa Hindia Belanda, dari 1920 hingga 1930. Pengalaman ini membawanya mengikuti seminar dan pelatihan di Belanda, yang memperkuat posisinya dalam pemerintahan.
Situasi perang pada 1942 menyebabkan ancaman terhadap Hindia Belanda, sehingga banyak pejabat meninggalkan Jawa. Dalam sidang kabinet pertama di Belanda yang dihadiri Soejono, Perdana Menteri Gerbrandy mengakui kehadirannya sebagai peristiwa bersejarah karena seorang putra bangsa Indonesia menjadi anggota pemerintahan Belanda untuk pertama kalinya.
Soejono sering menyuarakan tanggung jawabnya, terutama dalam hal hubungan antara Belanda dan Indonesia. Ia optimis bahwa kerja sama dalam kabinet akan membuahkan hasil positif dan berjanji untuk mendukung rekan-rekannya di Belanda.
Pada Oktober 1942, Soejono mengajukan dua nota yang menegaskan adanya keinginan kuat di kalangan masyarakat Indonesia untuk memutuskan hubungan dengan Belanda. Ia menekankan perlunya pengakuan prinsip hak Indonesia menentukan nasib sendiri agar tercipta kerjasama sukarela dalam ikatan ketatanegaraan.
Namun, usul tersebut tidak mendapat dukungan dari rekan-rekannya, terutama menteri dari partai SDAP, yang menolak tiga kali pengajuan Soejono. Meski demikian, ia tetap mempertahankan pendiriannya hingga wafat pada 5 Januari 1943 di usia 56 tahun.
Perjuangan dan keberanian Soejono dalam mewakili suara Indonesia di pemerintahan Belanda tetap dikenang. Hingga kini, ia menjadi satu-satunya warga Indonesia yang pernah sejajar dengan orang Eropa dalam jabatan pemerintahan Belanda.
Konten ini dikutip dari Detikcom.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow