Qatar Mesir dan Turki Kecam Serangan Terbaru Israel di Gaza
Tiga negara mediator, yaitu Qatar, Mesir, dan Turki, mengecam keras aksi eskalasi militer Israel yang menyasar fasilitas kesehatan serta permukiman warga sipil di Jalur Gaza. Sikap tegas tersebut disampaikan setelah rangkaian serangan udara Israel menewaskan belasan warga Palestina di tengah berlakunya kesepakatan gencatan senjata.
Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi sebanyak 18 warga Palestina tewas dan 35 lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran militer Israel dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Akumulasi korban jiwa sejak kesepakatan penghentian pertikaian diberlakukan kini telah menembus 1.250 orang, dengan korban luka mencapai 4.110 orang.
Eskalasi serangan udara Israel menghantam sejumlah lokasi strategis, termasuk bangunan apartemen di Kota Gaza, kawasan Khan Younis, Deir al-Balah, hingga wilayah sekitar kamp pengungsian Jabalia. Korban tewas mencakup jajaran warga sipil, di antaranya anak-anak, lansia, serta wanita hamil.
Penetapan langkah militer Israel ini terjadi tepat setelah kelompok Hamas beserta faksi-faksi Palestina mengumumkan persetujuan mereka terhadap peta jalan perdamaian fase kedua yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Rencana tersebut mencakup pembatasan persenjataan serta penarikan pasukan secara bertahap.
Merespons situasi darurat tersebut, utusan khusus Dewan Perdamaian (Board of Peace) pimpinan Amerika Serikat, Nickolay Mladenov, bersama penasihat senior Aryeh Lightstone langsung menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem guna mendesak penghentian agresi.
Pihak Dewan Perdamaian mengonfirmasi bahwa diskusi berjalan secara konstruktif, meskipun kantor Perdana Menteri Israel menegaskan pasukan mereka tidak akan ditarik dari Garis Kuning sebelum proses pelucutan senjata Hamas selesai sepenuhnya.
"Hari yang panjang di Yerusalem, duduk bersama Netanyahu dan timnya. Ini adalah awal dari tahap yang sulit dan saya tidak pernah berpura-pura sebaliknya. Apa yang kami lakukan sekarang bukan sesuatu yang dramatis. Ini adalah pekerjaan yang lambat, melelahkan, dan bersifat teknis," tulis Nickolay Mladenov.
Di sisi lain, tiga negara penengah menekankan bahwa gempuran berulang yang dilancarkan militer Israel telah mengancam proses deeskalasi wilayah dan mencederai hukum humaniter internasional secara terbuka.
"Pernyataan Bersama yang Dikeluarkan oleh Negara-Negara Mediator: Republik Türkiye, Republik Arab Mesir, dan Negara Qatar mengenai Pelanggaran Israel yang Terus Berlangsung di Gaza, 3 Agustus 2026," bunyi dokumen resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri Turki.
Tiga negara mediator mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan konkret guna menekan Israel agar mematuhi seluruh poin kesepakatan dan menjamin kelancaran penyaluran bantuan kemanusiaan ke seluruh pelosok Gaza.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow