Prudential Indonesia Bayar Klaim Rp16 Triliun Sepanjang 2025
Prudential Indonesia membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp16 triliun kepada 332.122 penerima manfaat sepanjang tahun 2025, sementara Prudential Syariah menyalurkan klaim Rp2,2 triliun kepada 68.922 penerima manfaat, dilansir dari Investor Daily.
Komitmen ini berlanjut pada kuartal I-2026, dengan Prudential Indonesia membayar Rp4,4 triliun klaim kepada 161.194 penerima, dan Prudential Syariah menyalurkan Rp529 miliar kepada lebih dari 21 ribu penerima manfaat.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen mengatakan pembayaran klaim ini menegaskan komitmen perusahaan untuk mendampingi nasabah saat menghadapi risiko kehidupan.
"Prudential terus berkomitmen untuk menjadi mitra dan pelindung yang tepercaya, membantu nasabah dan peserta mewujudkan rencana masa depan, melindungi keluarga, dan membuat janji jadi nyata bagi orang-orang yang dicintai," ujar Karin.
Karin menyebut kampanye regional "Janji, jadi nyata" ini hadir di delapan pasar Asia, termasuk Indonesia, untuk menunjukkan makna personal setiap polis asuransi dalam melindungi dan mempersiapkan masa depan keluarga.
"Melalui kampanye ini, Prudential ingin menunjukkan bahwa di balik setiap keputusan memiliki perlindungan, ada janji kepada diri sendiri dan orang tercinta. Kami berusaha memahami kebutuhan nasabah dan memberikan layanan yang membuat mereka merasa aman dan percaya diri," jelas Karin.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama menambahkan bahwa perlindungan di Prudential Syariah merupakan bentuk amanah dan kepedulian tolong-menolong antar peserta.
"Dalam prinsip syariah, setiap peserta memiliki semangat tolong-menolong (ta’awun) karena kontribusi dana tabarru’ menjadi bentuk gotong royong membantu peserta lain yang membutuhkan. Melalui ‘Janji, jadi nyata’, kami wujudkan komitmen itu lewat tindakan nyata," kata Vivin.
Salah satu kisah "Janji, jadi nyata" datang dari Judith T., nasabah Prudential Indonesia yang kembali menjaga polisnya sejak awal 2024 setelah sempat menghentikan. Ketika didiagnosis kanker akhir 2025, perlindungannya sangat membantu proses perawatan.
"Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan kesehatan kita. Ketika saya membutuhkan perlindungan ini, saya benar-benar merasakan manfaatnya dan sangat terbantu. Pengalaman ini memperkuat keyakinan saya bahwa mempertahankan perlindungan adalah keputusan tepat," ungkap Judith.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow