Presiden Soroti Program Cek Kesehatan Gratis Capai 108 Juta Orang

Smallest Font
Largest Font

Presiden menekankan pentingnya menjaga kesehatan rakyat melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau 108 juta orang sejak diluncurkan pada Februari 2025, seperti dilansir dari Investor Daily.

Data resmi menunjukkan pada tahun 2025, sebanyak 70,2 juta orang mengikuti program ini, sementara hingga Juni 2026 tercatat 59,5 juta peserta, dengan sebagian warga mengikuti pemeriksaan di kedua periode tersebut.

Namun, masih ada sebagian masyarakat yang takut melakukan cek kesehatan, termasuk beberapa anggota DPR RI.

"Ya mungkin takut ketahuan sakitnya apa. Mungkin anggota DPR RI juga termasuk belum cek kesehatan," ujar Prof Tjandra Yoga Aditama, ahli kesehatan dan mantan DirJen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dalam keterangan tertulis.

Prof Tjandra menjelaskan tujuan utama skrining kesehatan adalah mengidentifikasi orang yang tampak sehat tetapi memiliki risiko tinggi mengalami gangguan kesehatan, sesuai publikasi WHO.

"Skrining yang baik akan memungkinkan dan mempermudah dilaksanakannya pengobatan atau penatalaksanaan secara dini, yang hal ini akan dapat menurunkan angka kesakitan dan atau kematian akibat masalah kesehatan di masyarakat," kata Prof Tjandra, yang juga mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara.

Lebih lanjut, Prof Tjandra yang kini menjabat Direktur Pascasarjana Universitas YARSI dan Adjunct Professor Griffith University Australia, menyebut WHO telah menerbitkan buku petunjuk pelaksanaan skrining berjudul ‘Screening programmes: a short guide’ pada tahun 2020 oleh WHO Eropa.

Buku tersebut membahas tiga hal penting yakni meningkatkan efektivitas skrining, memaksimalkan manfaat, dan meminimalisir kerugian yang mungkin terjadi.

"Mengingat kita di 2026 ini sudah punya pengalaman melakukan program cek kesehatan gratis yang telah menjangkau 108 juta orang, maka mungkin akan baik kalau kita membagi pengalaman pada WHO Pasifik Barat di mana kita bergabung. Bukan tidak mungkin mendorong penerbitan buku petunjuk yang lebih baru sebagai salah satu referensi global," ujar Prof Tjandra.

Dia menambahkan, untuk itu diperlukan analisa dan evaluasi mendalam mengenai persiapan, pelaksanaan, tindak lanjut, dan dampak program CKG yang sudah berjalan selama ini.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed