Prabowo Subianto Waspadai Dampak Gejolak Global terhadap Indonesia
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk mewaspadai imbas konflik internasional yang berpotensi memicu ketidakstabilan di dalam negeri. Penegasan tersebut disampaikan di hadapan para pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (31/7/2026).
Kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu dinilai dapat memengaruhi sektor-sektor vital nasional secara langsung. Gejolak militer di berbagai belahan dunia disebut mampu menekan stabilitas pasokan serta harga komoditas penting di pasar domestik.
Menurut laporan Kompas.tv, mantan Menteri Pertahanan itu menekankan bahwa konflik bersenjata global akan berdampak luas terhadap ketahanan ekonomi nasional, khususnya pada sektor energi dan logistik. Ia menggarisbawahi perlunya sikap bijak dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi tersebut.
Prabowo Subianto juga mengaitkan potensi ancaman ini dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia, yang dipandang dapat menarik perhatian dan kepentingan dari negara-negara luar.
"Ini bisa juga dikatakan the curse (kutukan), orang yang diberi atau negara ataupun kawasan di bumi yang diberi sumber alam yang begitu kaya, sering menjadi sasaran," ucap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Selain menyoroti kerawanan ekonomi, Kepala Negara memaparkan strategi hubungan internasional Indonesia yang berprinsip pada pendekatan damai dan persahabatan dengan seluruh kekuatan global. Prinsip tersebut diterapkan demi menjaga kedaulatan serta mempermudah posisi tawar diplomasi di kancah internasional.
"Kita hormati semua kekuatan. Kita baik sama Amerika Serikat, tapi kita baik juga sama Tiongkok, kita juga baik sama Rusia, kita baik sama Jepang, kita baik sama India, kita baik sama Australi," ucap Prabowo Subianto.
Sikap non-blok ini pula yang melatarbelakangi pengalamannya saat melakukan kunjungan kerja diplomasi ke Asia Timur. Keterbukaan sikap Indonesia mendorong salah satu pemimpin negara di kawasan tersebut untuk meminta kesediaan Indonesia bertindak sebagai fasilitator perdamaian.
"Saya bilang, 'oh, saya dengan hormat, dengan rela, kalau yang mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat'," kata Prabowo Subianto menceritakan responsnya atas permintaan tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow