Prabowo Akui Operasional Kopdes Merah Putih Masih Memiliki Kekurangan

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto merespons kritik masyarakat terkait operasional Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih yang dinilai belum optimal pada Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7/2026), dilansir dari Detik Finance. Ia mengakui program yang berjalan satu setengah bulan tersebut masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.

"Tentunya baru satu setengah bulan beroperasi banyak kekurangan. Ada yang listriknya belum baik, ada yang airnya belum baik, ada yang belum dapat internet dan sebagainya," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Pemerintah berencana melengkapi Kopdes Merah Putih dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti gudang, ruang pendingin, truk pengangkut, apotek obat generik murah, hingga bengkel alat dan mesin pertanian. Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran rantai pasok dari pusat hingga ke tingkat desa.

"Saudara-saudara, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, pemerintah akan punya jalur, akan punya suatu pegangan rantai pasok, supply chain, retail chain, dari pusat sampai ke desa, pertama kali dalam sejarah. Tidak bisa nanti ada barang langka, tidak bisa nanti ada menimbun barang di saat kritis, mau Idul Fitri barang langka, mau tahun baru barang langka," katanya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Pengoperasian Kopdes Merah Putih pada awalnya ditujukan untuk memangkas peran rentenir serta memotong rantai distribusi penengah yang selama ini mengambil keuntungan 30 hingga 40 persen dari rantai perdagangan hasil pertanian.

"Kalau kita lihat selama ini petani jual ke pengepul, pengepul ngumpul ke distributor, distributor ke sub distributor, sub distributor ke pedagang grosir, pedagang grosir ke pedagang retail, satu, dua, tiga, empat, lima, lima pihak baru ke konsumen. Ternyata setelah diriset oleh Menteri Pertanian, keuntungannya yang diambil oleh pihak penengah ini adalah 30 sampai 40%," ujarnya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Melalui efisiensi rantai distribusi tersebut, potensi penghematan anggaran diperkirakan mencapai Rp313 triliun. Angka ini diharapkan dapat mendongkrak porsi keuntungan langsung bagi petani dan konsumen.

"Jadi (penghematan) diperhitungkan Rp 313 triliun. Jadi yang dinikmati oleh petani hanya 30%, sepertiga, yang dinikmati oleh konsumen 30%, yang 40% dinikmati oleh middleman. Ya sulit untuk ada kemakmuran," sambungnya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Pemerintah menargetkan Kopdes Merah Putih hanya mengambil margin keuntungan sekitar 5 hingga 10 persen. Skema ini diproyeksikan mampu meningkatkan perputaran uang di tingkat masyarakat bawah secara signifikan.

"Jadi kalau Rp 1 beredar di masyarakat, kegiatan ekonomi yang ditimbulkan bisa 2, 3 sampai 4 kali lipat. Kalau minimal 2 kali berarti Rp 600 triliun atau Rp 500 triliun minimal akan beredar di rakyat kita di bawah. Kalau sampai 3 kali, 4 kali itu kita bisa bayangkan secara benar," terangnya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed