Polrestabes Surabaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Mengawal Demo Pesilat

Smallest Font
Largest Font

Aparat Polrestabes Surabaya menerjunkan pengamanan ketat sekaligus merancang pengalihan arus kendaraan menjelang aksi unjuk rasa ribuan pesilat PSHT di Surabaya pada Jumat (31/7/2026). Penjagaan difokuskan sepanjang rute pergerakan massa menuju markas debt collector dan Mapolrestabes Surabaya.

Rombongan massa dijadwalkan berkumpul di area Jalan Basuki Rahmat usai ibadah Salat Jumat sebelum bergerak menuju Jalan Teuku Umar. Jalur lintasan unjuk rasa ini mencakup Bundaran Waru, Jalan Ahmad Yani, Jalan Wonokromo, Jalan Raya Darmo, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Embong Gayam, Jalan Panglima Sudirman, hingga Jalan Pandegiling.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengonfirmasi penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan untuk mengatur skema lalu lintas.

"Arus lalin dari Jalan Raya Darmo menuju Jalan Basuki Rahmat di alihkan ke Jalan Pandegiling Sisi Barat. Arus lalin dari Jalan Pangsud menuju Jalan Basra diluruskan ke Jalan Urip Sumoharjo," kata Galih, Jumat (31/7/2026).

Pihak kepolisian juga mengarahkan arus dari Jalan Pandegiling dan Jalan RA Kartini menuju Jalan Teuku Umar agar lurus ke arah Jalan Imam Bonjol. Sementara arus kendaraan dari Jalan Cokroaminoto serta Jalan Sam Ratulangi dialihkan menuju Jalan Pandegiling dan Jalan RA Kartini.

"Kami meminta kerja sama dari seluruh masyarakat pengendara untuk tetap tertib dan sabar di jalan. Demi kelancaran bersama, mohon ikuti petunjuk serta pengalihan arus yang diarahkan oleh petugas kami di lapangan," tuturnya.

Dampak potensi kepadatan kendaraan di sepanjang jalur demonstrasi ini juga diantisipasi oleh pihak pengelola moda transportasi kereta api.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengimbau para calon penumpang yang akan berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Surabaya Pasarturi untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal.

"Kami mengimbau seluruh pelanggan kereta api yang akan berangkat dari stasiun di wilayah Surabaya agar mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas dengan berangkat lebih awal dari lokasi masing-masing. Dengan perencanaan perjalanan yang baik, pelanggan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan proses check-in, boarding, serta persiapan sebelum keberangkatan kereta api, sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman," ujar Mahendro.

Pihak KAI Daop 8 Surabaya menyarankan penumpang tiba di stasiun sekurangnya 30 hingga 60 menit sebelum keberangkatan guna menghindari risiko tertinggal kereta api akibat pengalihan jalan.

"Seluruh perjalanan kereta api tetap beroperasi sesuai jadwal. Karena itu, kami mengajak pelanggan untuk menyesuaikan waktu keberangkatan dari rumah atau lokasi asal agar memiliki waktu yang cukup menuju stasiun dan tidak tertinggal kereta akibat kepadatan lalu lintas," tambah Mahendro.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed