Polda Metro Jaya Sebar Sketsa Dua Terduga Pengeroyok Bambang Setiawan

Smallest Font
Largest Font

Polda Metro Jaya merilis dua sketsa wajah terduga pelaku pengeroyokan yang menewaskan seorang warga bernama Bambang Setiawan (59) di Pejompongan, Jakarta Pusat, usai aksi unjuk rasa pada Rabu (2/9/2026). Penyidik kepolisian saat ini tengah mengintensifkan pencarian terhadap kedua terduga pelaku yang teridentifikasi melakukan tindakan penganiayaan berat hingga merenggut nyawa korban di kawasan Pejompongan tersebut. "Saat ini penyidik sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang melakukan dugaan tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, Rabu (2/9/2026).

Untuk mengusut tuntas insiden penganiayaan serta kerusakan fasilitas publik seperti CCTV di lokasi kejadian, kepolisian telah memanggil dan memeriksa belasan orang saksi guna mengumpulkan fakta hukum.

"Penyidik telah melakukan pengambilan keterangan kepada 14 orang saksi di mana para saksi telah memberikan keterangan dalam satu peristiwa hukum yang terjadi dan menjelaskan peristiwa perusakan terhadap fasilitas publik maupun fakta-fakta hukum yang berkaitan dengan dugaan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang sebagaimana yang diketahui oleh para saksi," ungkapnya. Identifikasi fisik kedua pelaku didapatkan kepolisian dari hasil analisis mendalam terhadap keterangan saksi, rekaman CCTV, video media sosial, serta bantuan ahli sketsa wajah.

"Terduga 1: Seorang laki-laki diperkirakan berusia 30 sampai 40 tahun, bentuk wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, bola mata berwarna hitam, dan warna kulit cokelat," kata Iman. Iman memaparkan ciri-ciri fisik terduga pelaku kedua yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi pengeroyokan maut tersebut.

"(Terduga 2) bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, terdapat kumis dan janggut, bola mata berwarna hitam, dan warna kulit cokelat," imbuhnya. Proses rekonstruksi sketsa wajah dilakukan melalui pencocokan digital untuk memastikan ketepatan data terduga pelaku penganiayaan. “Berdasarkan keterangan saksi yang didukung dengan petunjuk lain, penyidik melakukan persesuaian antara keterangan saksi dan hasil analisis digital. Dari proses tersebut didapatkan sketsa wajah yang mengarah kepada terduga pelaku pengeroyokan dan/atau penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” ujar Iman saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (2/9/2026).

Kepolisian menegaskan proses penyidikan terus berjalan secara akuntabel dan transparan untuk menuntaskan perkara hukum ini.

“Saat ini penyidik sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku dugaan tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” katanya. Polda Metro Jaya menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban dan meminta masyarakat tidak terprovokasi narasi liar yang belum terverifikasi. Desakan agar kasus kematian pedagang cermin tersebut diusut tuntas turut disampaikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta demi memenuhi keadilan publik.

"Karena ekspektasi publik tinggi, maka semakin lama perkara ini tidak diungkap, maka memang ada asumsi di ruang publik, ada ekspektasi yang kemudian ingin dipenuhi oleh publik," ujarnya dalam dialog Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Rabu (2/9/2026).

Di sisi lain, pengamat hukum dan kepolisian menyarankan agar transparansi informasi perkembangan penyidikan terus dibuka kepada masyarakat. "Saya juga setuju masalah ini, dimohon juga untuk Polri agar lebih banyak memberikan satu keterangan tentang perkembangan kasus ini, jadi Polri pun juga tidak terlalu pelit dengan informasi karena ini sudah menjadi satu ekspektasi publik," ucapnya.

Meski situasi kerusuhan di lapangan sempat memicu kendala teknis pencocokan saksi, pihak pengamat optimistis kepolisian dapat segera menetapkan tersangka. "Bisa saja di dalam gambar itu sendiri terhalang oleh orang lain sehingga di sini perlu mencocokkan kesaksian yang satu dengan yang lain," ucapnya.

Penyelidikan atas kematian korban Bambang Setiawan masih berlanjut, sementara Ketua DPR Puan Maharani juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa tersebut. "Saya yakin dan pasti dalam waktu dekat Polri akan mengumumkan siapa tersangkanya," tuturnya. "Kita minta semuanya itu diselidiki pihak penegak hukum dengan tuntas," kata Puan di kompleks parlemen, Jakarta, kemarin.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed