Polda Metro Jaya Naikkan Penyidikan Kasus Kematian Sutrimo di Banyumas

Smallest Font
Largest Font

Polda Metro Jaya telah meningkatkan status kasus kematian Sutrimo dari tahap penyelidikan ke penyidikan setelah ditemukan bukti permulaan yang cukup. Proses penyidikan ini berjalan setelah delapan orang saksi diperiksa dan pemanggilan saksi lain terus dilakukan berdasarkan keterangan yang didapat. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, "Sudah melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi. Kami terus melakukan pemeriksaan atau pemanggilan terhadap saksi-saksi berdasarkan keterangan saksi yang sudah kami peroleh."

Iman menambahkan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan adanya dugaan peristiwa hukum terkait kematian Sutrimo, yang menjadi dasar naiknya kasus ini ke tahap penyidikan.

"Dari hasil laporan hasil penyelidikan tersebut diduga ada satu peristiwa hukum yang dapat kami naikkan ke proses penyidikan dari bukti permulaan yang cukup," ujar Iman. Dalam rangka pembuktian, ekshumasi jenazah Sutrimo dilakukan sebagai bagian dari tindakan penyidikan untuk mengungkap penyebab kematian.

"Tentunya hasil ekshumasi dan otopsi ini akan menjadi alat bukti di dalam kami menjalankan proses penyidikan ini," kata Iman. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan ekshumasi dan otopsi yang diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas terkait kondisi jenazah dan penyebab kematian.

Iman menuturkan, "Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama kami segera bisa memperoleh hasil dari kegiatan ekshumasi ini." Soal kemungkinan adanya tersangka, penyidik masih dalam proses pengumpulan fakta dan alat bukti untuk menentukan langkah selanjutnya. "Inilah proses penyidikan ini dalam rangka menuju ke arah sana," kata Iman.

Ia menegaskan penyidik terus menggali fakta hukum terkait peristiwa yang menyebabkan kematian Sutrimo.

"Mudah-mudahan kami menemukan fakta hukum yang sesuai dengan fakta yang diperoleh nanti, apa yang menyebabkan kematian daripada yang bersangkutan," ujar Iman. Proses ekshumasi yang dilakukan tim dokter forensik melibatkan pengambilan puluhan sampel organ dari jenazah Sutrimo, mulai dari kepala hingga organ dalam, untuk diperiksa di laboratorium. Ketua Tim Dokter Forensik Prof Ahmad Yudianto menjelaskan bahwa sampel yang diambil mencakup organ tubuh luar dan dalam, yang menjadi bagian penting dalam pemeriksaan penyebab kematian.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed