Polda Metro Amankan 65 Orang Diduga Tunggangi Demo di Jakarta
Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang yang diduga hendak menunggangi aksi demonstrasi di Jakarta pada 27 Agustus 2026, dengan dua orang telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut, kata Kabid Humas Kombes Budi Hermanto. Dari 65 orang yang diamankan, 63 ditangkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum dan dua lainnya oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Polda Metro Jaya. Dua orang yang ditahan berinisial R dan Z, sedangkan 63 orang lainnya masih dalam pendalaman penyidikan, ujar Budi Hermanto dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta.
Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyatakan bahwa para yang diamankan bukan peserta demo, melainkan diduga akan memanfaatkan aksi untuk berbuat kericuhan.
"Mereka kami amankan di wilayah Jakarta Timur dan berasal dari beberapa daerah seperti Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bandung," kata Iman. Iman menjelaskan penangkapan dilakukan beberapa hari sebelum aksi setelah terendus rencana penyusupan dan penggalangan dana yang digunakan sebagai modal untuk berbuat rusuh dalam demonstrasi.
"Para pelaku mempersiapkan rencana ini sejak lama, mulai dari konsolidasi, pembangunan narasi, pengumpulan donasi, hingga persiapan pelaksanaan," ujar Iman. Hari ini, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset, dengan beberapa aktivis seperti Supriyono alias Botok diterima di ruang rapat paripurna DPR.
Menjelang dan selama aksi, Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas di tiga zona utama yakni kawasan DPR/MPR Senayan, koridor Senayan-Gatot Subroto-Sudirman, dan kawasan Istana, guna mengantisipasi kepadatan dan mengalihkan arus kendaraan secara situasional. Kepala Dishub DKI Budi Awaluddin mengimbau masyarakat agar mematuhi arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif selama pengalihan lalu lintas berlangsung. Untuk keselamatan pengendara yang terjebak demo, masyarakat disarankan untuk tidak panik, segera mundur atau masuk ke area parkir atau rumah warga, dan meninggalkan lokasi jika situasi sudah tidak terkendali, demikian himbauan dari pihak kepolisian dan pengamat transportasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow