Petani Majalengka Raih Cuan Melimpah Saat Musim Kemarau

Smallest Font
Largest Font

Petani di Desa Palasah, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memanen melon varietas Pertiwi di atas lahan seluas delapan hektare pada Selasa (4/8/2026). Meskipun musim kemarau memicu risiko kekeringan, budidaya komoditas hortikultura ini justru mencatatkan peningkatan produksi dengan rasa buah yang lebih manis, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Salah seorang petani setempat, Muji, berhasil mengantongi keuntungan hingga ratusan juta rupiah dari kegiatan panen tersebut. Tanaman melon miliknya dipetik setelah melewati masa tanam selama kurang lebih 60 hari. Untuk menggarap lahan seluas delapan hektare itu, ia mengeluarkan modal awal sekitar Rp1 miliar.

"Untuk satu kali tanam modalnya sekitar Rp 1 miliar. Dari tanam sampai panen kurang lebih 60 hari," kata Muji.

Selain jumlah produksi yang tinggi, bobot rata-rata buah yang dihasilkan mencapai dua hingga tiga kilogram per buah. Kondisi cuaca cerah tanpa intensitas hujan tinggi membuat kualitas serta kadar kemanisan melon meningkat dibandingkan hasil panen pada musim hujan.

"Untuk melon memang lebih bagus saat musim kemarau. Buahnya lebih manis dan hasilnya juga lebih maksimal dibanding saat musim hujan," jelas Muji.

Meskipun harga pasar melon turun ke angka Rp12.000 per kilogram, pendapatan para petani tetap terjaga. Tingginya volume panen menutup koreksi harga yang terjadi di tingkat pedagang.

"Harga memang sedikit turun, tetapi karena hasil panennya banyak, masih cukup menguntungkan," ujar Muji.

Hasil panen dari Kertajati ini didistribusikan ke pasar tradisional, bisnis katering, rumah sakit, hingga menyokong pasokan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebun melon tersebut juga dibuka untuk masyarakat umum yang ingin memetik langsung buah dari pohonnya.

Salah seorang pembeli, Atiek, memilih datang langsung ke lokasi karena jaminan kesegaran dan harga yang bersaing dibandingkan dengan pasaran eceran.

"Melonnya manis dan segar sekali. Kalau beli langsung di kebun kualitasnya lebih terjamin, harganya juga masih wajar dibanding yang sudah dijual di eceran atau lapak pasar," ungkap Atiek.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed