Pertamina Proyeksikan B50 dan Bioetanol Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja
PT Pertamina (Persero) mencatat potensi penyerapan tenaga kerja hingga 2,1 juta orang melalui penyiapan implementasi biosolar B50 dan perluasan bioetanol berbasis tebu di Indonesia, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Program energi terbarukan ini dirancang untuk menekan emisi karbon sekaligus memutus ketergantungan pada pasokan energi impor secara berkelanjutan. Penerapan B50 ini diperkirakan mampu menghemat devisa negara untuk impor solar hingga Rp170 triliun.
"Jadi B50 tadi hitungan kita menambah lapangan kerja sekitar 2,1 juta. Kemudian tadi penghematan karena kita tidak lagi impor itu Rp 170 triliun, dan emisi karbonnya yang bisa ditekan itu sekitar 44 juta ton CO2 dengan program B50 ini," tutur Agung Wicaksono, Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis Pertamina.
Guna merealisasikan target penyerapan tenaga kerja tersebut, Pertamina menjalin kerja sama terintegrasi dengan BUMN sektor perkebunan seperti PTPN dan jaringan petani lokal untuk mengolah hasil panen tebu menjadi etanol serta minyak sawit menjadi fame.
"Dengan program bioetanol pemerintah ini, kita akan bisa memberi kehidupan juga bagi para petani tebu. Energi terbarukan ramah lingkungan ini sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar," ungkap Agung Wicaksono.
Skema kolaborasi ini memastikan hasil panen petani terserap langsung oleh rantai pasok energi nasional untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pertamina juga berharap ekosistem pemberdayaan petani ini dapat direplikasi di berbagai daerah demi mendorong pemerataan ekonomi.
"Karena tidak banyak negara diberkahi dengan alam yang subur sehingga tanaman produksi contohnya adalah sawit bisa tumbuh dengan subur dan bisa membangun ekonomi kita. Jadi ini yang membuat B50 untuk solar sekali lagi juga bisa menekan emisi dan mengurangi uang yang keluar untuk impor, menghemat devisa," jelas Agung Wicaksono.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow