Persebaya Lolos Semifinal Piala Presiden Usai Kalahkan Port FC
Persebaya Surabaya memastikan tempat di babak semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan Port FC dengan skor 2-1 pada laga pamungkas Grup B di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (1/8/2026) malam. Kemenangan ini mengantarkan skuad berjuluk Green Force mengunci posisi puncak klasemen dengan raihan sempurna sembilan poin dari tiga pertandingan.
Klub asal Thailand, Port FC, unggul lebih dulu pada menit ke-29 lewat tembakan Issam Al Sabhi yang memanfaatkan bola muntah tandukan Bordin Phala. Persebaya kemudian membalas melalui gol Miguel Pereira di menit ke-39 usai memaksimalkan umpan Koko Ari, sehingga babak pertama usai dengan kedudukan imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, pelatih Persebaya Bernardo Tavares merotasi susunan pemain secara masif dengan memasukkan enam pilar sekaligus. Strategi tersebut langsung membuahkan hasil pada menit ke-46 ketika Alex Martins mencetak gol kemenangan memanfaatkan umpan silang Francisco Rivera.
Langkah Port FC untuk mengejar ketertinggalan kian berat setelah Bruno Moreira diganjar kartu merah pada menit ke-61 akibat pelanggaran keras. Unggul jumlah pemain membuat Persebaya sukses menjaga skor 2-1 hingga laga usai, sekaligus memulangkan sang juara bertahan yang tertahan di peringkat ketiga klasemen akhir Grup B.
Di balik keberhasilan meraih poin penuh, laga ini juga menjadi momen debut bagi gelandang bertahan Persebaya berusia 17 tahun, Dimas Adi Prasetyo, yang masuk menggantikan Miguel Pereira pada menit ke-68. Pemain asal Parigi Moutong yang didatangkan dari akademi PSM Makassar itu tampil selama 22 menit untuk menjaga keseimbangan lini tengah.
Selepas pertandingan, perasaan gembira disampaikan oleh pemain muda yang sebelumnya mengemas dua gol dalam lima laga bersama Timnas Indonesia U-19 tersebut.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa menjalani debut bersama Persebaya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pelatih dan para pemain senior yang sudah banyak membantu saya sejak bergabung. Dukungan mereka membuat saya lebih percaya diri sehingga bisa menjalani pertandingan dengan baik," ujar Dimas Adi Prasetyo.
Dimas menuturkan bahwa kehadiran puluhan ribu pendukung tuan rumah di tribun Stadion Gelora Bung Tomo memberikan suntikan motivasi yang sangat besar bagi penampilannya di lapangan.
"Atmosfer di Stadion Gelora Bung Tomo benar-benar luar biasa. Dukungan Bonek dan Bonita memberikan energi tambahan untuk seluruh pemain. Bermain di depan mereka membuat semangat kami meningkat dan menjadi motivasi besar untuk memberikan penampilan terbaik di lapangan," tuturnya.
Ia juga membeberkan instruksi khusus yang diberikan oleh tim pelatih sebelum dirinya melangkah masuk ke dalam lapangan.
"Coach berpesan agar saya tetap fokus menjalankan tugas, membantu pertahanan, dan siap melakukan transisi saat tim melakukan serangan balik. Saya berusaha menjalankan instruksi itu sebaik mungkin," tambah Dimas.
Persaingan ketat di dalam skuad utama Persebaya musim ini dipandang oleh Dimas sebagai pemicu untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
"Target saya tentu ingin mendapat lebih banyak kesempatan bermain. Saya akan terus bekerja keras di setiap latihan agar bisa mendapatkan kepercayaan lebih banyak dan memberikan yang terbaik untuk Persebaya," tutupnya.
Di sisi lain, juru taktik Persebaya menegaskan bahwa pencapaian tim di fase grup bukan fokus utama karena ajang pramusim difungsikan untuk menguji fleksibilitas taktik dan eksperimen posisi pemain sebelum kompetisi resmi dimulai.
"Kami hanya memenangkan pertandingan. Kami tidak memikirkan tentang hal tersebut. Ini adalah pramusim, jangan lupakan itu," kata Bernardo Tavares.
Pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut menambahkan bahwa evaluasi mendalam tetap diperlukan meski timnya berhasil menyapu bersih kemenangan.
"Saya pikir kami bermain bagus. Tentu ada banyak hal yang kami lakukan dengan baik, tapi juga ada hal-hal yang perlu kami ubah jika ingin menjadi tim lebih baik," imbuhnya.
Tavares memaparkan alasan di balik keputusannya menempatkan sejumlah pilar utama di luar posisi aslinya sepanjang turnamen berlangsung.
"Ya begitulah, saya perlu melihat pemain yang saya miliki, karakteristiknya, jika mereka bisa bermain lebih dari satu posisi dan di posisi lain apa yang bisa mereka berikan kepada kami. Karena sekarang adalah waktunya untuk melakukan eksperimen ini," tutur Bernardo Tavares.
Eksperimen tersebut dinilainya hanya bisa diterapkan saat ajang pramusim dan bursa transfer masih terbuka.
"Kita sedang di pramusim, jangan lupa bahwa turnamen ini adalah turnamen pramusim. Beberapa pertandingan yang kami miliki untuk mempersiapkan tim kami," ujar Bernardo Tavares.
Ia menegaskan pentingnya masa persiapan ini untuk menguji potensi seluruh anggota tim secara maksimal.
"Jika tidak menguji sekarang saat bursa transfer terbuka, kapan kami akan menguji? Tidak mungkin di Super League. Jadi saya perlu melihat pemain di posisi lain untuk melihat apa yang bisa mereka berikan kepada kami," pungkasnya.
Sementara itu, kubu lawan harus menerima kenyataan pahit atas kegagalan mereka melangkah lebih jauh di ajang ini.
"Tentu kami sangat kecewa tidak lolos. Kami kehilangan satu pemain di babak kedua dan kebobolan dengan cara yang terlalu mudah," kata Sarawut Treephan, Pelatih Port FC.
Dari bawah mistar gawang, penjaga gawang tim tamu turut memberikan pandangannya mengenai ketatnya persaingan selama melakoni turnamen di Indonesia.
"Kami menghormati semua tim di sini. Tidak mudah bermain di Indonesia. Kami sudah berusaha, tetapi hari ini bukan hari kami," kata Michael Falkesgaard.
Falkesgaard menilai peta kekuatan klub-klub Indonesia saat ini sangat kompetitif dan memiliki modal bagus untuk bersaing di tingkat internasional.
"Saya melihat banyak potensi pada tim-tim di Indonesia. Mereka sangat kuat dan saya yakin bisa memberikan perlawanan sengit di kompetisi Asia," ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow