Peretas Curi Data Pasien Perusahaan Farmasi Amgen Lewat Penyedia Awan

Smallest Font
Largest Font

Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat Amgen mengungkapkan bahwasanya peretas telah mencuri data internal dan informasi kesehatan pasien melalui peretasan sistem penyimpanan cloud pihak ketiga. Insiden keamanan siber tersebut secara resmi dilaporkan Amgen kepada SEC pada 31 Juli 2026.

Berdasarkan evaluasi terhadap jumlah dan sensitivitas berkas yang terdampak, Amgen menetapkan insiden tersebut sebagai hal material pada 29 Juli 2026. Kendati data pasien diretas, Amgen memastikan operasi manufaktur, sistem keuangan, dan pasokan obat-obatan perusahaan tetap berjalan normal tanpa gangguan.

Sebagai langkah penanganan, Amgen langsung mengaktifkan rencana respons keamanan siber, menerapkan tindakan pengisolasian, serta melibatkan pakar forensik independen untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Penyelidikan difokuskan pada penilaian sejauh mana informasi rahasia bisnis, hak kekayaan intelektual, hingga data riset dan pengembangan telah diakses atau dicuri peretas.

Kebocoran data pada penyedia cloud ini juga memicu tenggat waktu hukum sesuai aturan HIPAA terkait kewajiban pemberitahuan kepada pasien terpengaruh dalam kurun 60 hari sejak ditemukannya peretasan. Sementara itu, kelompok peretas ShinyHunters diduga menjadi pihak di balik serangan siber ini lewat metode vishing dan pengambilalihan akun Single Sign-On (SSO) milik vendor.

Amgen menegaskan komitmennya untuk melindungi privasi pasien serta keamanan data. Saat ini Amgen sedang mengkaji persyaratan pemberitahuan regulasi dan hukum yang diperlukan guna mengabarkan para pihak yang terdampak berdasarkan hasil temuan penyelidikan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed