Peneliti Kaspersky Ungkap AI Mempermudah Pengembangan Malware Otonom
Peneliti dari Global Research and Analysis Team (GReAT) Kaspersky mengungkap bahwa kecerdasan buatan (AI) kini bisa dimanfaatkan oleh hacker jahat untuk mengembangkan malware dengan mudah, sebagaimana disampaikan pada acara Kaspersky Academic Summit di Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).
Fareed Fauzi Mohamad Radzidi menjelaskan, AI mempercepat proses pembuatan malware dan mengurangi kesenjangan keterampilan pengembang dengan kemampuan operasional. Siapa saja yang memiliki akses ke AI dapat membuat malware karena teknologinya sudah tersedia secara luas.
Menurut Fareed, AI yang memiliki kemampuan bahasa pemrograman sangat baik mulai membantu pengembangan malware sejak 2022. Pada 2023, AI menjadi asisten pengembangan malware, 2024 digunakan untuk melancarkan serangan, dan pada 2025 AI sudah tertanam dalam kode malware untuk menjalankan serangan secara otomatis.
"Kami akan memasuki era pengembangan malware berbasis agen pada 2026, di mana pembuatan malware berjalan sepenuhnya otonom dari awal hingga akhir," ujar Fareed.
Fareed memaparkan contoh nyata penggunaan AI pada malware melalui kelompok ransomware FunkSec yang ditemukan Kaspersky. Mereka memakai AI untuk membuat alat serangan Distributed Denial of Service (DDoS) dengan kode yang sangat panjang dan deskriptif.
"Kami mendapati indikator seperti perintah yang sangat panjang, nama variabel deskriptif, dan simbol emoji di dalam kode malware," ungkapnya.
Fareed menambahkan, gaya penulisan kode yang memuat banyak perintah, penanganan kesalahan yang efisien, dan penggunaan nama variabel yang jelas menjadi ciri malware buatan AI. Namun, kode tersebut juga sering mengandung bug dan modul palsu.
"Kode menyajikan modul palsu, pustaka palsu, serta API yang tidak nyata bagi pembuat malware. Itulah artefak yang bisa kami amati saat menganalisis malware tersebut," tandas Fareed, dilansir dari Detik iNET.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow