Pemkot Palangka Raya Siagakan Puskesmas dan Sekolah Atasi Dampak Karhutla
Pemerintah Kota Palangka Raya menyiagakan seluruh puskesmas dan memberikan kewenangan kepada kepala sekolah untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas belajar pada awal Agustus 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya Riduan menyatakan seluruh puskesmas, termasuk empat puskesmas induk dan 43 puskesmas pembantu, telah disiapkan untuk melayani masyarakat terdampak kabut asap.
Selain fasilitas kesehatan yang disiagakan, masker juga telah didistribusikan secara gratis terutama kepada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
"Seluruh puskesmas sudah kami siagakan, termasuk empat puskesmas induk dan 43 puskesmas pembantu (Pustu), agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal selama terjadi kabut asap," kata Riduan.
Riduan menjelaskan penurunan kualitas udara dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker bila terpaksa keluar.
"Jika tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya aktivitas di luar rumah dikurangi. Namun apabila harus beraktivitas di luar, gunakan masker dengan benar sebagai perlindungan dari paparan asap," ujar Riduan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi, konsumsi air putih, istirahat cukup, dan pemenuhan vitamin selama musim kabut asap.
Selain itu, warga diminta waspada terhadap gejala awal gangguan pernapasan seperti batuk, pilek, iritasi tenggorokan, dan sesak napas agar penanganan medis dapat segera dilakukan.
Dinas Kesehatan terus memantau perkembangan kasus penyakit terkait kabut asap, terutama ISPA, melalui koordinasi intensif dengan puskesmas.
Kepala SMA Negeri 1 Palangka Raya, Arbusin, mengimbau seluruh siswa, guru, dan masyarakat agar disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan menyusul mulai munculnya kabut asap.
"Kami mengimbau seluruh warga sekolah, terutama peserta didik, agar selalu menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Kesehatan harus menjadi prioritas di tengah kondisi kabut asap yang mulai terjadi," ujar Arbusin.
Arbusin juga mengingatkan siswa mengurangi aktivitas luar ruangan jika kualitas udara memburuk, memperbanyak minum air, serta menjaga kebugaran tubuh.
Menurutnya, penanganan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan dukungan semua lapisan masyarakat agar bencana kabut asap dapat dicegah.
"Kami berharap kondisi kabut asap di Kalimantan Tengah segera membaik. Diperlukan kerja sama semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah, agar tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan," kata Arbusin.
Pihak pemerintah juga memberi wewenang kepada kepala sekolah untuk meliburkan siswa sesuai kondisi di wilayah masing-masing guna menghindari dampak kabut asap.
"Kami sudah mengeluarkan surat edaran. Pelaksanaan kebijakan diserahkan kepada kepala sekolah berdasarkan kondisi di wilayah masing-masing," kata pejabat terkait saat ditemui di Kantor Gubernur Kalteng.
"Kami sudah memberikan sejumlah indikator kepada kepala sekolah. Mereka harus melihat dan memantau indikator tersebut setiap saat. Mereka harus peka dan terus memantau perkembangan situasi," tambahnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow