Kemenkes Terjunkan 848 Nakes Atasi Bencana Karhutla di Tujuh Provinsi

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Kesehatan memobilisasi 848 tenaga kesehatan ke tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan yang mengancam keselamatan lebih dari 10 juta jiwa pada Sabtu, 29 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Berdasarkan laporan situasi Kementerian Kesehatan per 27 Agustus 2026, kebakaran hutan dan lahan mengepung Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Bencana tersebut telah menyebabkan 123 warga menjalani rawat inap akibat luka berat.

Paparan asap juga memicu lonjakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut hingga mencapai 13.449 kasus di 63 kabupaten dan kota. Pontianak mencatat Indeks Standar Pencemar Udara tertinggi di angka 328, disusul Kabupaten Tebo (287), Barito Selatan (274), Katingan (258), dan Kabupaten Pali (255).

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan ancaman kebakaran hutan dan lahan merupakan krisis kesehatan masyarakat nyata yang memerlukan penanganan segera.

"Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama akibat paparan asap dan partikulat. Karena itu, kita perlu memastikan masyarakat terlindungi dan pelayanan kesehatan tetap siap," kata Dante.

Pemerintah juga memprioritaskan tindakan evakuasi dan perlindungan bagi kelompok masyarakat yang rentan terkena dampak buruk polusi asap.

"Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK, serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan," ujar Dante.

Guna mengatasi krisis tersebut, pemerintah menyiagakan 1.691 Puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, 87 Labkesmas, serta memperkuat kesiapan armada Public Safety Center 119 di daerah. Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes bersama pemerintah daerah turut menyalurkan ratusan ribu masker, puluhan oksigen konsentrator, alat pelindung diri, pemurni udara, serta makanan tambahan.

"Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes telah mendistribusikan 432.000 masker, 169 unit oksigen konsentrator, 40.000 pasang handscoon, 4.900 APD, serta tiga unit air purifier ke sejumlah wilayah terdampak," kata Dante.

Kondisi darurat juga terjadi di Provinsi Riau, di mana kabut asap menyelimuti 12 kabupaten dan kota dengan catatan 3.293 kasus penyakit pernapasan. Kota Pekanbaru menjadi area paling parah dengan 900 kasus, disusul Pelalawan sebanyak 600 kasus.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau merespons situasi tersebut dengan mengaktifkan tim medis darurat di 244 Puskesmas untuk mengantisipasi penambahan pasien.

"Untuk tindakan preventif, kami sudah membagikan sekitar 69.000 masker di 12 kabupaten/kota, khususnya di Pelalawan kami sudah dropping 28.000 masker. Kami juga memberikan dukungan makanan tambahan bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, bayi, dan balita. Kami mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk meminimalkan aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus keluar," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli.

Kementerian Kesehatan mengimbau warga di area terdampak untuk terus memantau indeks kualitas udara, memakai pelindung diri saat di luar ruangan, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed