Pemerintah Tempuh Debottlenecking Atasi Hambatan Investasi Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi serta mengatasi kendala dunia usaha pada Suar Forum 2026 di BSD City, Tangerang, Jumat (21/8/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons penilaian Guru Besar FEB UI Prof. Mohamad Ikhsan yang menyebut kondisi iklim investasi nasional saat ini berada pada level terburuk dan memberi nilai 2 dari skala 10.

Airlangga menjelaskan bahwa mekanisme debottlenecking menjadi instrumen utama pemerintah untuk menuntaskan hambatan investasi secara spesifik dan bertahap bagi para pelaku usaha.

"Dengan debottlenecking, kita menyelesaikan persoalan satu per satu dan korporasi per korporasi. Harapannya ini bisa mendorong investasi yang lebih lancar," ujar Airlangga.

Hingga 30 Juli 2026, pemerintah mencatat sebanyak 170 aduan masuk melalui mekanisme tersebut, dengan 124 di antaranya berhasil diselesaikan mencakup masalah perizinan, perpajakan, kepabeanan, tata ruang, logistik, dan energi.

Langkah penanganan ini dilakukan karena pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6% pada tahun depan, naik dari realisasi 5,45% pada semester I-2026, dengan mengandalkan investasi bernilai tambah tinggi.

"Investasi diharapkan tumbuh lebih cepat daripada PDB dan diharapkan pada proyek-proyek bernilai tambah tinggi dan juga proyek tersebut menggunakan value chain yang ada di dalam negeri, terutama yang terkait dengan capital goods ataupun barang modal," kata Airlangga.

Selain mendorong sektor hilirisasi, kawasan industri, digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan buatan, pemerintah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor melalui konsep Indonesia Incorporated.

"Kita perlu Indonesia Inc., yaitu kerja sama seluruh stakeholder untuk menghadapi hal-hal yang kita hadapi bersama. Ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh pengusaha, tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, tidak juga oleh akademisi dan civil society, tetapi kita harus bekerja bersama-sama," ujar Airlangga.

Sebelumnya pada forum yang sama, Mohamad Ikhsan menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi investasi di Tanah Air yang dinilainya memprihatinkan.

"Jujur kepada Anda semua, berdasarkan pengamatan saya, ini adalah kondisi yang terburuk, paling buruk, sepanjang observasi saya," kata Ikhsan.

Menurut Ikhsan, kendati Indonesia menyimpan potensi ekonomi yang besar, pelebaran jarak antara potensi dan realisasi terjadi akibat persoalan kepercayaan, kredibilitas, transparansi, kualitas institusi, serta tingkat kompetisi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed