Pemerintah dan PT Timah Perbaiki Ekosistem Pertambangan dengan Hasil Signifikan
Upaya pemerintah dalam memperbaiki tata kelola dan memberantas pertambangan timah ilegal mulai menunjukkan hasil nyata yang berdampak positif pada kinerja PT Timah Tbk (TINS), seperti dikutip dari Investor Daily.
Penertiban tambang ilegal di Bangka Belitung menjadi sorotan utama dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada 14 Agustus 2026, yang menyatakan bahwa penutupan 1.000 tambang ilegal pada akhir 2025 mendorong keuntungan bersih PT Timah mencapai Rp2,7 triliun pada semester pertama 2026, naik sembilan kali lipat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Perubahan signifikan juga terjadi di internal PT Timah dengan pergantian manajemen pada RUPSLB 2 Mei 2025, yang menunjuk Restu Widiyantoro sebagai Direktur Utama dan Agus Rohman sebagai Komisaris Utama/Independen. Kepemimpinan baru ini dianggap berhasil memperkuat tata kelola serta pengelolaan operasional perusahaan.
Sepanjang enam bulan pertama 2026, PT Timah mencatatkan pendapatan sebesar Rp10,42 triliun, meningkat 146,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih melonjak hingga 804,7% menjadi Rp2,72 triliun, sementara produksi bijih timah naik 74,8% menjadi 12.232 ton dan volume penjualan meningkat 85,1% menjadi 10.984 ton.
Presiden Prabowo juga menambahkan bahwa valuasi PT Timah pada Agustus 2026 meningkat 280% dibandingkan Agustus tahun lalu, yang tercermin dari kenaikan harga saham TINS sebesar 29,58% sejak awal tahun hingga akhir Agustus.
BRI Danareksa Sekuritas menilai kinerja semester pertama PT Timah telah mencapai 80,7% dari proyeksi laba bersih tahunan dan 92,6% dari konsensus analis. Analis Andhika Audrey menyatakan bahwa perusahaan memasuki fase operasional yang lebih kuat dengan risiko gangguan yang semakin menurun dan adanya tambahan kapal produksi yang mulai beroperasi.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan laba bersih PT Timah 2026 naik 34,1% menjadi Rp4,51 triliun, dengan pendapatan diproyeksikan mencapai Rp22,83 triliun dan EBITDA sebesar Rp6,81 triliun. Revisi ini didukung oleh asumsi harga timah yang lebih tinggi, margin kas yang kuat, serta perbaikan biaya setelah pemulihan operasional.
Target harga saham TINS dinaikkan dari Rp4.500 menjadi Rp4.800 per saham dengan rekomendasi beli tetap diberikan karena prospek operasional dan harga timah yang tetap mendukung.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow