Pemerintah Pacu Transformasi Ekonomi Dorong Pertumbuhan Target 8 Persen

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Langkah penguatan fondasi perekonomian nasional terus dipacu pemerintah di tengah tingginya ketidakpastian global, seperti dikutip dari Investor Daily.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyatakan, "Pemerintah terus memastikan momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga melalui penguatan fundamental ekonomi dan percepatan kebijakan prioritas. Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat investasi, serta menciptakan sumber pertumbuhan baru yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas."

Arah kebijakan ini menjadi krusial lantaran prospek ekonomi dunia masih dibayangi risiko geopolitik, energi, perdagangan, dan pembiayaan.

Kinerja ekonomi Indonesia pada Semester I-2026 tercatat tetap tumbuh solid di angka 5,45 persen dengan tingkat inflasi terjaga pada level 2,88 persen.

Sementara itu, realisasi investasi di tanah air telah menembus Rp1.010,6 triliun atau mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,2 persen secara tahunan.

Percepatan program hilirisasi serta penguatan rantai pasok nasional juga terus direalisasikan oleh pemerintah.

Hingga tahun 2026, sebanyak 26 proyek hilirisasi telah memasuki tahap pengerjaan fisik atau groundbreaking.

Proyek tersebut mencakup pengolahan batu bara menjadi dimetil eter (DME), hilirisasi tembaga dan emas, hingga produksi garam industri.

Selain itu, dikembangkan pula proyek pengolahan alumina menjadi aluminium serta pemanfaatan limbah menjadi energi (waste to energy).

Inisiatif strategis ini diproyeksikan bakal menyerap puluhan ribu tenaga kerja baru sekaligus mengokohkan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Pemerintah turut memperkuat pengelolaan sumber daya alam melalui pembentukan Bank Emas serta pengoptimalan devisa hasil ekspor.

Bank Emas yang dikelola oleh Pegadaian dan BSI saat ini telah mengelola 153 ton emas bernilai sekitar Rp360 triliun atau US$20 miliar.

Di samping itu, PT Danantara Sumber Daya Indonesia mengelola devisa hasil ekspor senilai USD14 miliar dari tiga komoditas strategis dalam kurun waktu 2 bulan 13 hari.

Lembaga tersebut memonitor lebih dari 6.500 transaksi ekspor guna mencegah praktik under invoicing maupun transfer pricing.

Restrukturisasi BUMN dan Agenda 2027

Transformasi kelembagaan BUMN juga terus digenjot untuk meningkatkan efisiensi dan kontribusi bagi perekonomian.

Dari total 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya, pemerintah telah menutup 290 perusahaan dan menargetkan jumlah maksimum menjadi 300 BUMN.

Langkah penataan ini mendorong lonjakan laba BUMN dari Rp186 triliun pada 2024 menjadi Rp326 triliun pada 2025, atau tumbuh 75,3 persen.

Menghadapi tahun 2027, pemerintah menyiapkan sepuluh agenda dorongan besar guna menaikkan kapasitas produksi dan produktivitas nasional.

Agenda tersebut meliputi renovasi 10.000 Puskesmas, revitalisasi 441 RSUD, renovasi sekolah, serta pembentukan Bursa Komoditas Indonesia.

Pemerintah juga merencanakan optimalisasi aset BUMN, pengembangan 100 gigawatt energi surya, dan pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia di Bali.

Program lainnya mencakup Danantara Development Management Fund, elektrifikasi mobilitas rakyat, hingga penerapan kebijakan dwi-kewarganegaraan.

Melalui deretan transformasi ini, pemerintah membidik target pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 8 persen.

Haryo memungkas, "Berbagai agenda transformasi yang disiapkan untuk 2027 merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih produktif dan berkelanjutan. Melalui penguatan sektor strategis dan peningkatan daya saing, Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi semakin tinggi sekaligus semakin inklusif."

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed