Pemerintah Klarifikasi Salah Ucap Presiden Soal Upah Pekerja di DPR

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR/DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Dalam pidato yang memaparkan capaian 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan kepemimpinannya, Presiden turut mengenalkan beberapa penerima bantuan sosial pemerintah.

"Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram. Program Keluarga Harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," kata Prabowo.

Presiden juga mengenalkan penerima bantuan sosial lain dari Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Hadir pula Ibu Margarelitha Rohi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sejak kecil, ia hidup dalam kesulitan dan tidak pernah mengenyam pendidikan. Pada usia 38 tahun, ia masih berdagang serta merawat tantenya yang sudah berusia 80 tahun. Bantuan sosial ATENSI menjadi penopang keluarganya," tutur Prabowo.

Pernyataan terkait nominal upah tersebut memicu tanggapan publik. Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan, Qodari, mengklarifikasi bahwa kekeliruan pengucapan data nominal tersebut murni disebabkan oleh durasi pidato yang panjang.

"Saya kira siapapun kalau berbicara dengan durasi yang begitu panjang, ya selip-selip satu dua kata sesuatu yang sangat manusiawi lah," kata Qodari.

Ia memaparkan bahwa teks pidato sebenarnya mencantumkan angka Rp700 per kilogram, yang jika dibandingkan dengan harga komoditas pasar tentu tidak mencapai ratusan ribu rupiah.

"Kalau membaca dengan menganalisa dengan niat baik, saya kira pasti enggak mungkinlah Rp700.000," ujar Qodari.

Pihak Badan Komunikasi Kepresidenan menyampaikan pengakuan atas kekeliruan pengucapan angka tersebut kepada masyarakat.

"Mohon maaf atasnya," kata Qodari.

Menteri Sekretaris Negara memberi tanggapan terpisah terkait penanganan data pidato tersebut.

"Nanti kita cek, ya," ujar Menteri Sekretaris Negara.

Keluarga Susannah di Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, mengonfirmasi mengenai profesi harian yang bersangkutan. Kakak kandung Susannah, Yuliana, menjelaskan bahwa adiknya sehari-hari bekerja memborong jahit kain lap majun dengan upah rata-rata Rp14.000 per hari serta menjadi petugas di dapur program Makan Bergizi Gratis.

"Itu tidak benar. Tidak, sangat tidak benar. Makanya saya bingung kenapa pas di TV itu pengucapannya Bapak Presiden itu pengupas bawang.

Saya bingung. Keluarga juga bingung, tetangga juga bingung. Padahal kan sebelum itu diliput kegiatan dia sebelum diundang ke sana," kata Yuliana.

Ia membeberkan kepribadian adiknya yang tetap gigih bekerja menopang perekonomian keluarga bersama sang suami yang bekerja sebagai kuli bangunan.

"Kalau dikeluhin sih enggak. Dia mah enjoy aja orangnya. Memang dia mah orangnya dari dulu, dari zaman dia perawan itu memang orangnya mandiri.

Enjoy orangnya, sopan, ibadahnya rajin. Saya salut sama dia, pendidikan ngedidik anaknya juga saya salut," ungkap Yuliana.

Pemerintah mencatat pidato kenegaraan tersebut disampaikan dalam rangka laporan kinerja lembaga negara dan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    1
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed