Pemerintah Buka Peluang Penurunan Harga BBM Nonsubsidi Juil 2026
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengisyaratkan potensi penurunan harga bahan bakar minyak nonsubsidi pada Selasa (21/7/2026) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Rencana penyesuaian tersebut merespons melandainya harga minyak mentah dunia.
Kementerian ESDM akan menggelar pertemuan bersama PT Pertamina (Persero) dan sejumlah badan usaha swasta pengelola SPBU untuk membahas kalkulasi ulang tarif bahan bakar. Pemerintah memastikan pasokan minyak mentah nasional saat ini dalam kondisi aman dan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan.
"Bahkan ada berpotensi untuk beberapa jenis BBM yang ketika harga dunia akan turun, kita sudah mulai meminta kepada pengusaha badan usaha swasta termasuk Pertamina untuk segera melakukan penyesuaian," ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Penyesuaian tarif energi nonsubsidi dipicu oleh penurunan Harga Indeks Pasar BBM dan harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang menyusut ke angka USD 83,45 per barel pada Juni 2026. Angka ini melandai signifikan dari posisi Mei 2026 sebesar USD 106,56 per barel usai meredanya ketegangan blokade Selat Hormuz.
"Saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain, ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan," jelas Bahlil Lahadalia.
Formulasi tarif baru nantinya ditargetkan mampu memberikan keseimbangan antara daya beli publik konsumen BBM nonsubsidi dan keberlangsungan bisnis penyalur minyak.
"Kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna khususnya yang non-subsidi, ini kan totalnya 20 persen, ini saudara-saudara kita yang mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan," tutur Bahlil Lahadalia.
Berdasarkan pantauan data penjualan di SPBU Pertamina per 21 Juli 2026, patokan harga BBM masih mengacu pada penyesuaian per 1 Juli 2026. Wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat mencatat harga Pertamax sebesar Rp 16.250 per liter, Pertamax Green 95 Rp 17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp 19.300 per liter, Dexlite Rp 19.700 per liter, serta Pertamina Dex Rp 21.150 per liter. Sementara itu, tarif Pertalite tetap ditahan Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow