Pejabat The Fed Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga AS

Smallest Font
Largest Font

Sejumlah pejabat Federal Reserve mengisyaratkan peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat akibat inflasi yang masih persisten di atas target dua persen, seperti dilansir dari Investor Daily pada Kamis, 27 Agustus 2026. Sinyal pembatasan moneter tersebut mencuat saat para bankir sentral menghadiri simposium ekonomi tahunan The Fed Kansas City di Jackson Hole, Wyoming, AS. Presiden The Fed Kansas City Jeffrey Schmid menilai bahwa kebijakan moneter yang berlaku saat ini belum cukup efektif untuk membatasi aktivitas ekonomi secara menyeluruh.

"Inflasi masih persisten dan kita harus terus mencari cara untuk membawanya kembali ke 2%," ujar Schmid.

Pihaknya mencatat bahwa suku bunga kebijakan utama saat ini berada pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen usai penetapan dalam pertemuan 28–29 Juli lalu. "Saya tidak tahu apa yang saat ini kita batasi dengan tingkat suku bunga yang berlaku," tambah Schmid.

Schmid menambahkan bahwa dirinya masih menunggu data ekonomi terbaru sebelum menentukan keputusan resmi pada pertemuan The Fed 15–16 September mendatang. Sementara itu, Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack menegaskan pentingnya langkah cepat dari bank sentral untuk menekan laju harga pasar yang sudah tinggi selama lima tahun terakhir.

"Saya tidak ingin mendahului keputusan apa pun, tetapi saya percaya sekarang saatnya untuk bertindak," kata Hammack. Hammack memproyeksikan laju inflasi AS masih bertahan di tingkat 3 persen pada akhir 2026 dan baru melandai ke kisaran pertengahan 2 persen pada tahun berikutnya. Di sisi lain, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee mengingatkan adanya potensi kenaikan risiko inflasi jangka pendek akibat kebijakan tarif baru serta dinamika harga energi akibat konflik di Iran.

"Semua orang harus waspada. Jika inflasi kembali meningkat, akan sangat sulit untuk menurunkannya," ungkap Goolsbee.

Meskipun demikian, Goolsbee menyebut tren inflasi tiga bulan terakhir tidak memburuk, sehingga penurunan suku bunga secara bertahap tetap memungkinkan jika data ekonomi membaik. Presiden The Fed Boston Susan Collins turut menilai data ekonomi terbaru masih memberikan indikasi beragam, namun proyeksi utamanya tetap mengarah pada penurunan inflasi secara perlahan. Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) mencatat kenaikan 3,7 persen secara tahunan hingga Juli, stagnan dari capaian Juni tetapi turun dari posisi Mei sebesar 4,1 persen.

Pelaku pasar kini menunggu pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh pada simposium Jackson Hole hari Jumat, 28 Agustus 2026, untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed