Pasar Kripto Turun, Skandal Penipuan Zondacrypto dan Tren Fitness Travel Gen Z
Pasar aset kripto mengalami koreksi setelah reli cepat yang membawa harga Bitcoin naik dari US$64.000 ke puncak lebih dari US$81.000 dalam satu minggu, kemudian turun ke sekitar US$78.700, menurut CNBC Indonesia pada 26 Agustus 2026.
Koreksi tersebut dianggap sebagai aksi ambil untung yang sehat dan pasar kini dalam fase konsolidasi tanpa kepanikan jual. Bitcoin turun 1,02% ke US$78.794,52 tetapi tetap mencatat lonjakan mingguan 22,39%. Ethereum juga mengalami koreksi 1,47% ke US$2.455,32 namun naik mingguan 28,34%.
Mayoritas altcoin juga terkoreksi, seperti XRP turun 4,01% ke US$1,44 dengan kenaikan mingguan 44,47%, Solana turun 3,26% ke US$96,97, dan Zcash turun 6,06% meski naik mingguan 54,18%. Namun, Hyperliquid justru naik 1,95% ke US$81,22 dengan kenaikan mingguan 38,59%, menunjukkan minat investor setelah sorotan regulasi di Crypto Summit.
Koreksi pasar dianggap sebagai rasionalisasi harga setelah euforia, didorong pengumuman program buyback US Treasury dan dukungan pemerintah AS menurut analisis CNBC Indonesia. Investor merealisasikan keuntungan pada level psikologis US$80.000 hingga US$81.000, dan pasar menguji level US$75.000 hingga US$78.000 sebagai pijakan baru.
Outlook jangka panjang menunjukkan probabilitas harga Bitcoin turun ke US$40.000 semakin kecil. Namun, volatilitas tinggi masih terjadi sehingga strategi investasi disarankan dengan dollar-cost averaging dan likuiditas cadangan.
Dalam berita terpisah, bursa kripto Polandia Zondacrypto resmi kolaps sejak April 2026 dan diduga melakukan penipuan besar dengan kerugian investor mencapai Rp1,7 triliun, menurut laporan Reuters dan CNBC Indonesia.
Pendiri Zondacrypto, Sylwester Suszek, hilang sejak Maret 2022 dan CEO Przemysław Kral melarikan diri ke Israel atau Dubai saat krisis terjadi. Situs resmi Zondacrypto offline sejak April dan token ZND anjlok hampir seluruh nilainya.
Lembaga Intelijen Keuangan Estonia mencabut izin BB Trade Estonia yang mengelola Zondacrypto pada Juni 2026. Klaim cadangan aset lebih dari 4.500 BTC dianggap fiktif karena saldo Bitcoin di hot-wallet menurun drastis hingga 99,7% dari Agustus 2024 hingga Maret 2026 menurut riset on-chain Recoveris.
Kasus ini menjadi sorotan parlemen Polandia dan diperkirakan mempercepat regulasi pasar kripto Eropa terkait audit transparansi cadangan aset dan pengawasan bursa lintas negara.
Sementara itu, tren fitness travel mulai diminati oleh generasi muda aktif dengan aktivitas fisik saat liburan seperti padel dan maraton, menurut Far Out Magazine dan detik.com. Survei Strava menunjukkan Gen Z lebih mengutamakan kebugaran saat liburan 23% lebih tinggi dibandingkan Gen X.
Padel, olahraga raket gabungan tenis dan squash, populer di Eropa terutama Inggris dan Spanyol sebagai pusat pelatih dan pemain terbaik. Banyak yang memilih Spanyol untuk pelatihan padel saat liburan.
Lari maraton juga digemari Gen Z dengan Tokyo Marathon sebagai destinasi populer, diikuti Berlin dan beberapa kota di Amerika Serikat. Pada 2025, 18.000 dari 38.000 peserta Tokyo Marathon berasal dari luar Jepang mewakili 130 negara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow