PT Pantai Indah Kapuk Dua Catat Laba Bersih Rp 1,7 Triliun di Semester I 2026
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 2,9 triliun dan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 1,7 triliun pada semester pertama 2026, mengalami kenaikan masing-masing 78% dan 484% dibanding tahun sebelumnya, dilansir dari Investor Daily.
Pencapaian tersebut merupakan rekor laba tertinggi dalam sejarah perusahaan, melampaui rekor tahun sebelumnya.
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma atau Aguan, menyatakan bahwa peningkatan pendapatan dan laba menunjukkan kepercayaan pasar terhadap PANI sebagai pengembang properti terkemuka di Indonesia.
"Pendapatan yang meningkat sebesar 78% yoy dan lonjakan pada kuartal kedua, merupakan catatan sejarah yang luar biasa dalam perjalanan PANI, hal ini menunjukan bahwa PANI masih dipercaya oleh pasar sebagai salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia," ujar Aguan.
Aguan menambahkan bahwa momentum ini akan menjadi pedoman bagi PANI untuk mengembangkan kawasan bernilai tinggi dengan ekosistem berkelanjutan jangka panjang.
"Pencapaian di semester pertama 2026 ini merupakan catatan luar biasa, di mana kita kilas balik 3 tahun lalu pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun dan laba bersih sebesar Rp 211 miliar di semester pertama. Hal ini mencerminkan komitmen PANI sejak transformasi bisnis di tahun 2021 yang terus dijaga, dan hasilnya dapat terlihat melalui laporan keuangan pada kuartal ini," pungkas Aguan.
Kinerja positif PANI didukung oleh serah terima lahan di kawasan CBD PIK2 yang menjadi kontributor utama pendapatan. Selain itu, serah terima hunian dan produk komersial di berbagai kawasan seperti Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, Manhattan Residences, Pantai Bukit Villa, Bukit Nirmala, dan Pasir Putih Residences juga menunjukkan tren positif.
Pada kuartal kedua 2026, PANI mencatat penjualan sebesar Rp 1,8 triliun atau naik 63% secara kuartal, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan ke entitas induk mencapai Rp 1,1 triliun, meningkat 89% dibanding kuartal sebelumnya.
Selain itu, posisi net cash perusahaan tercatat sebesar Rp 3,9 triliun dan total ekuitas meningkat 7% menjadi Rp 33,7 triliun dibanding akhir 2025.
PANI mengelola total cadangan lahan seluas 1.809 hektar melalui 12 entitas anak dengan nilai perolehan Rp 38 triliun, hasil dari rights issue dan non preemptive rights issue selama tiga tahun terakhir, yang mendukung komitmen pertumbuhan berkelanjutan dan pemberian nilai bagi pemangku kepentingan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow