Panitia Piala Presiden Jelaskan Alasan Jadwal Padat Turnamen 2026

Smallest Font
Largest Font

Panitia Piala Presiden 2026 menjelaskan alasan penerapan jadwal padat dalam turnamen pramusim yang berlangsung di Indonesia. Mereka menegaskan bahwa turnamen ini bukan kompetisi yang berada di bawah naungan FIFA, sehingga aturan waktu istirahat 72 jam tidak berlaku.

Jadwal ketat tersebut menuai kritik, terutama dari pelatih Persib Bandung Igor Tolic. Ia mempertanyakan aturan FIFA yang mengharuskan waktu istirahat minimal 72 jam antara pertandingan, karena Persib harus bermain semifinal melawan Persija Jakarta pada 4 Agustus dan final pada 6 Agustus.

Wakil Ketua Bidang Kompetisi Piala Presiden, Risha Adi Wijaya, menjelaskan bahwa aturan 72 jam istirahat itu adalah rekomendasi FIFA untuk turnamen antar-federasi atau antarnegara, bukan untuk kompetisi domestik seperti Piala Presiden.

"Terkait masalah 72 jam masa istirahat, perlu kami jelaskan bahwa itu adalah rekomendasi FIFA kepada anggotanya dengan catatan berlaku untuk turnamen antar-federasi atau antarnegara," ujar Risha di SCTV Tower, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Risha menambahkan, "Seperti misalnya agenda Tim Nasional Indonesia melawan negara lain. Jadi, rekomendasi tersebut khusus untuk kompetisi yang berada langsung di bawah FIFA."

Lebih lanjut, Risha menyebut bahwa turnamen ini sudah mendapat persetujuan dari AFC, termasuk jadwal yang diajukan panitia kepada badan sepak bola Asia tersebut.

"Untuk Piala Presiden 2026 ini kami sudah mendapatkan approval dari AFC. Untuk mendapatkan approval tersebut, kami menyerahkan jadwal pertandingan, regulasi, serta berbagai ketentuan administrasi lainnya," jelas Risha.

Untuk menjaga kondisi pemain, panitia memberikan kebebasan kepada klub melakukan rotasi hingga 12 pemain dalam satu pertandingan. Hal ini diharapkan membantu pelatih dalam mengatur strategi dan menjaga kebugaran pemain.

"Kami memberikan kebebasan kepada setiap klub untuk melakukan rotasi hingga 12 pemain dalam satu pertandingan. Tinggal bagaimana pelatih mengatur rotasi tersebut agar kondisi pemain tetap terjaga," kata Risha.

Panitia juga menerapkan aturan baru menjelang babak semifinal pada 27 Juli, dimana klub yang lolos ke empat besar diizinkan untuk mendaftarkan pemain baru.

"Jadi sejak awal kami sudah mengantisipasi dinamika kompetisi ini dengan memberikan kesempatan kepada klub untuk kembali mendaftarkan pemain sebelum semifinal," tutup Risha, seperti dilansir dari Detik Sport.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed