OJK Targetkan Aturan Demutualisasi Bursa Efek Indonesia Rampung September

Smallest Font
Largest Font

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mematangkan regulasi terkait rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah strategis ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, telah membahas rencana tersebut bersama Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Seperti dilansir dari Detik Finance, aturan ini ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

"Terus kemudian tadi terkait beberapa inisiatif baru seperti rencana demutualisasi Bursa yang insya Allah nanti POJK-nya akan selesai di September," kata Kiki ditemui di Kantor Kemenko Ekonomi, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

Kebijakan demutualisasi ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Melalui mekanisme ini, kepemilikan saham BEI akan dibuka kepada publik dan lembaga negara.

Berdasarkan mandat UU P2SK, sejumlah institusi negara berpotensi menjadi pemegang saham bursa. Lembaga-lembaga tersebut meliputi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), hingga BPI Danantara.

"Oh iya, kalau di undang-undang kan disebut yang bisa masuk BI, kemudian ke Kemenkeu dan juga Danantara," sebut Kiki.

Mengenai pembagian porsi kepemilikan saham, pemerintah masih melakukan pembahasan mendalam. Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pihaknya masih menunggu dokumen perencanaan dari pihak otoritas.

"Porsinya kan ada roadmapnya nanti, makanya itu yang kami minta supaya roadmapnya disiapkan," ucap Airlangga.

Dalam menyusun skema ini, OJK melakukan studi banding ke bursa global yang dinilai telah sukses menerapkan kebijakan serupa. Salah satu acuan utama yang digunakan adalah Hong Kong Stock Exchange (HKEx).

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdiskusi langsung dengan jajaran manajemen HKEx untuk mempelajari pengalaman mereka.

"Yang kita anggap sukses misalnya dari Hong Kong, kita sudah bicara. Kemarin kita ketemu dengan manajemen, CEO, dan tim manajemen Hongkong Stock Exchange, salah satu topiknya kita ingin menjadikan experience mereka sebagai benchmark," ungkap Hasan kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/6).

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed