Nokia Catat Pertumbuhan Penjualan 8 Persen di Kuartal II 2026
Perusahaan teknologi Nokia mencatat peningkatan pertumbuhan penjualan sebesar 8 persen secara tahunan pada kuartal kedua hari Kamis (23/7/2026) berkat tingginya permintaan pasar pusat data terhadap peralatan jaringan IP dan optik. Menurut laporan dari Telecompaper, capaian tersebut menunjukkan akselerasi yang signifikan dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal pertama tahun ini yang hanya berada di angka 2 persen. Kendati demikian, perusahaan asal Finlandia tersebut harus menelan kerugian operasional sebesar 50 juta dolar AS pada kuartal ini akibat beban biaya restrukturisasi satu kali.
Dilansir dari FXLeaders, pengumuman kinerja keuangan ini muncul setelah saham Nokia sempat berada di bawah tekanan pasar dalam beberapa pekan terakhir. Para investor sebelumnya sempat meragukan efektivitas kemitraan kecerdasan buatan (AI) dan ekspansi 5G dalam menopang pelemahan pada pasar telekomunikasi tradisional.
Penurunan permintaan di pasar telekomunikasi konvensional tercermin dari divisi Jaringan Tetap (Fixed Networks) Nokia yang sempat merosot 13 persen karena pemotongan anggaran infrastruktur oleh para operator. Tekanan struktural akibat siklus penurunan investasi 5G ini tidak hanya berdampak pada Nokia, melainkan juga turut menyeret kinerja perusahaan kompetitor seperti Ericsson.
Menyikapi situasi tersebut, manajemen Nokia kini mempercepat program restrukturisasi global serta menggenjot kapasitas produksi mereka di Amerika Serikat. Pihak manajemen menegaskan bahwa prospek operasional tahunan mereka tidak mengalami perubahan, dengan target pencapaian sedikit peningkatan pada laba operasi yang disesuaikan hingga akhir tahun. Di sisi lain, momentum pertumbuhan baru Nokia kini bertumpu pada segmen Jaringan Optik dan solusi berbasis AI. Penjualan dari sektor AI dan komputasi awan dilaporkan sempat melonjak hingga 49 persen pada awal tahun dengan nilai pesanan mendekati 1 miliar euro, memberikan kontribusi sebesar 8 persen terhadap total penjualan grup.
Langkah transformasi jangka panjang Nokia ini juga diperkuat melalui kolaborasi strategis bersama NVIDIA untuk pengembangan infrastruktur jaringan cerdas serta kemitraan dengan Taiwan Mobile lewat pemanfaatan platform perangkat keras AirScale. Selain itu, optimalisasi pendapatan dari portofolio paten serta kesepakatan lisensi berulang diproyeksikan akan menjadi pilar penstabil bagi arus kas perusahaan ke depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow