MRT Jakarta Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas Ramah Disabilitas

Smallest Font
Largest Font

Aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, menjadi prioritas utama PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam merancang Pedestrian Deck Dukuh Atas. Fasilitas penghubung antarmoda ini disiapkan untuk mempermudah mobilitas pengguna transportasi publik di kawasan tersebut, seperti dilansir dari Investor Daily. Sejumlah sarana penunjang telah disiapkan untuk mendukung kenyamanan para penggunanya.

Anjungan pejalan kaki ini akan dilengkapi dengan elevator, eskalator, jalur landai (ramp), serta ubin pemandu taktil (guiding block) khusus bagi penyandang tunanetra. Penggunaan fasilitas ini dirancang untuk meminimalkan beban fisik para pengguna. Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta Agus Trihan menyampaikan bahwa seluruh akses utama menuju ke pedestrian deck memanfaatkan eskalator agar masyarakat tidak perlu menaiki tangga secara manual.

Sementara itu, penyediaan elevator ditujukan untuk menunjang kelompok masyarakat rentan. Fasilitas elevator ini dialokasikan untuk pengguna kursi roda, lanjut usia, ibu hamil, serta orang tua yang membawa kereta bayi.

"Untuk pengguna berkebutuhan khusus kami menyediakan elevator. Selain itu, tersedia ramp, eskalator, dan jalur pemandu taktil. Mengingat posisi dek cukup tinggi, penggunaan eskalator akan membuat masyarakat lebih nyaman saat berpindah," ujar Agus dalam keterangan resminya, Jumat (7/8/2026).

Selain meningkatkan standar kenyamanan, pembangunan infrastruktur layang ini ditujukan untuk memecah konsentrasi pergerakan penumpang. Selama ini, akumulasi penumpukan pejalan kaki sering terjadi di kawasan Terowongan Kendal.

Peran Terowongan Kendal sebagai perlintasan utama antarmoda di Dukuh Atas ditegaskan oleh TOD Planning Department Head PT MRT Jakarta, Sagita Devi. Kehadiran anjungan baru ini diharapkan dapat membagi arus mobilitas warga. "Pedestrian deck ini diharapkan dapat membagi arus pejalan kaki sehingga kepadatan di Terowongan Kendal berkurang. Masyarakat nantinya memiliki alternatif jalur yang lebih nyaman untuk berpindah moda transportasi," kata Sagita.

Target Penyelesaian dan Integrasi Enam Moda

Pekerjaan fisik untuk pengerjaan proyek ini dijadwalkan mulai berjalan pada November 2026. PT MRT Jakarta menargetkan seluruh proses konstruksi selesai pada 2028 mendatang. Jalur pejalan kaki melayang tersebut dirancang untuk menghubungkan empat kuadran wilayah yang dipisahkan oleh lintasan Sungai Ciliwung serta Jalan Jenderal Sudirman.

Penataan ini merupakan bagian terintegrasi dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas. Infrastruktur ini bakal memperkuat keterhubungan enam moda angkutan massal sekaligus. Moda yang terhubung mencakup MRT Jakarta, KRL Commuter Line, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, hingga bus Transjakarta.

Sebagai salah satu titik temu transportasi terpadu paling padat di Jakarta, kawasan Dukuh Atas mempertemukan berbagai moda rel dan jalan. Tingginya angka pergerakan penumpang harian membutuhkan ketersediaan sarana pejalan kaki yang aman, terpadu, serta berkapasitas besar.

Penerapan Prinsip Universal Design dalam TOD

Pengembangan kawasan berbasis transit ini bermaksud mendorong perpindahan pola transportasi masyarakat dari kendaraan pribadi menuju angkutan umum. Konektivitas pejalan kaki menjadi pijakan utama agar proses transfer antarmoda berjalan cepat dan efisien.

Langkah ini sekaligus merefleksikan komitmen MRT Jakarta terhadap penerapan universal design dalam menghadirkan sarana publik yang inklusif. Kehadiran elevator, ramp, eskalator, dan ubin pemandu taktil memfasilitasi kelompok rentan serta penyandang disabilitas agar dapat bertransit secara mandiri dan aman.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed