PT MRT Jakarta Siapkan Rp 300 Miliar Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas
PT MRT Jakarta (Perseroda) mengalokasikan anggaran sekitar Rp 300 miliar untuk menggarap proyek Fasilitas Pejalan Kaki atau Pedestrian Deck Dukuh Atas yang saat ini telah memasuki proses tender, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Kamis (30/7/2026).
Proyek infrastruktur berbentuk lingkar dengan diameter 100 meter ini dirancang melayang sekitar 8 meter di atas Jalan Sudirman. Ketinggian tersebut dipastikan tetap memberikan ruang aman bagi lalu lintas kendaraan pemadam kebakaran.
"Ini lagi tender ya, tapi kita umumkan kemarin roughly Rp 300 miliar," kata Agus Trihan, Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta.
Pembangunan sarana penyeberangan ini menjadi bagian integral dari pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) yang akan mengintegrasikan enam moda transportasi publik, mencakup MRT, LRT, Transjakarta, kereta bandara, hingga KRL.
Kehadiran fasilitas pedestrian deck tersebut diproyeksikan mampu memangkas durasi perpindahan antarmoda hingga 5 menit, terutama untuk penyeberangan dari area Landmark Tower menuju Shangri-La.
"Kalau dari titik antarmoda ini sebenarnya yang ada penghematan sekitar 2-3 menit. Tapi yang paling signifikan adalah dari sisi Landmark mau ke Shangri-La. Sekarang ini yang paling kacau karena dia harus dari bawah mulai ke atas, ke selatan, baru kesini lagi, baru bisa ke sini kan. Itu saya rasa bisa menghemat sekitar 4-5 menit," jelas Agus Trihan, Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta.
Ia juga menyebukan bahwa pengerjaan fasilitas pejalan kaki tersebut tidak akan membongkar keberadaan Patung Sudirman.
"Dulu kan sempat ada rumor-rumor Patung Sudirman mau dibongkar. Justru kita sekarang membuat, kalau istilah architect yang keren itu 'ruang bernafas', jadi bisa menikmati Patung Sudirman (dari dalam Pedestrian Deck)," tutur Agus Trihan, Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta.
Pihak manajemen memastikan pendanaan proyek ini sepenuhnya ditanggung oleh pihak MRT Jakarta tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
"Untuk pendanaannya sendiri ini akan by MRT jadi tidak menggunakan pembiayaan APBD ya. Jadi untuk saat ini 50% sih kita masih akan menggunakan investasi MRT, 50% lagi mungkin kita sedang dalam, sebagian akan menggunakan dana MRT, sebagian kita sedang rencananya akan menggunakan loan gitu," terang Sagita Devi, TOD Planning Department Head MRT Jakarta.
Tahapan pengerjaan fisik oleh kontraktor pemenang tender dijadwalkan mulai berjalan pada November 2026 dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir tahun 2028.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow