Moodys Tetapkan Rating Baa2 dan Outlook Negatif Obligasi DIM
Moody's Ratings menetapkan peringkat Baa2 dengan prospek (outlook) negatif terhadap obligasi senilai US$ 5 miliar yang bakal dirilis oleh PT Danantara Investment Management (DIM) pada Selasa (21/7/2026), dilansir dari Investor Daily.
Peringkat tersebut dinilai oleh lembaga pemeringkat terutama ditopang oleh keterkaitan entitas dengan Pemerintah Indonesia, alih-alih kekuatan kredit mandiri perusahaan.
Penetapan rating tersebut berjalan selaras dengan level kredit dan prospek utang Pemerintah Indonesia yang turut berada pada tingkatan Baa2 berpandangan negatif, lantaran hubungan erat DIM via Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia.
"Prospek peringkat tersebut negatif," tulis Moody's dalam laporan resminya.
Pihak Moody's mengungkapkan bahwa Baseline Credit Assessment (BCA) atau penilaian kredit dasar terhadap DIM belum dapat disodorkan karena perusahaan masih berada dalam fase awal pengembangan, rekam jejak operasional terbatas, serta belum memiliki aktivitas bisnis mandiri secara signifikan.
"Oleh karena itu, peringkat tersebut terutama didorong oleh keterkaitan dengan pemerintah daripada kekuatan kredit mandiri," tulis Moody's.
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025, DIM dibentuk sebagai bagian dari struktur kelembagaan Danantara Indonesia. Lembaga induk Danantara Indonesia bertugas mengelola dan mengoptimalkan aset investasi BUMN, dengan status DIM sebagai anak usaha yang dimiliki sepenuhnya.
Moody's menilai integrasi tata kelola serta pengawasan pemerintah pada kedua entitas sangat kuat, termasuk kepemilikan saham yang hanya bisa diubah melalui mekanisme revisi undang-undang. Keselarasan strategi diperkuat oleh kesamaan deretan manajemen senior dan anggota dewan di kedua entitas.
Dari sisi likuiditas, DIM ditopang oleh suntikan modal induk serta akses pembiayaan eksternal. DIM telah mengantongi pendanaan dari obligasi global perdana sebesar US$ 1,5 miliar, penerbitan Patriot Bond senilai Rp 68,4 triliun, dan fasilitas kredit bergulir (revolving credit facility) sebesar US$ 10 miliar yang telah ditarik komitmennya sebesar US$ 1 miliar untuk investasi pada private funds serta sektor properti.
Ketahanan likuiditas DIM juga diproyeksikan tetap terjaga karena tidak memiliki kewajiban pembayaran dividen maupun utang jatuh tempo dalam rentang dua hingga tiga tahun mendatang. Penyesuaian peringkat DIM di masa depan dipastikan berbanding lurus dengan perubahan peringkat kredit Pemerintah Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow