Mitratel Raih Skor ESG Terbaik di Sektor Menara Telekomunikasi
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mencatatkan penguatan tata kelola serta praktik environmental, social, and governance (ESG) di industri infrastruktur telekomunikasi. Capaian ini memberikan nilai tambah bagi saham perseroan di tengah tingginya perhatian investor terhadap aspek keberlanjutan, seperti dilansir dari Investor Daily.
Langkah tersebut menjadi bagian dari proses transformasi perusahaan yang selaras dengan agenda strategis Danantara Indonesia dan TelkomGroup. Mitratel secara konsisten menyempurnakan aspek tata kelola, pengelolaan lingkungan, dan aspek sosial secara bertahap sejak resmi menjadi perusahaan terbuka.
Peningkatan profil keberlanjutan perseroan terlihat dari perbaikan ESG Risk Rating oleh Sustainalytics. Pada 2022, Mitratel masih berada di kategori high risk dengan skor 34,5, lalu turun menjadi medium risk dengan skor 22,4 pada 2023, hingga mencapai kategori low risk dengan skor 19,3 pada 2024 dan 18,8 pada 2025.
Pada 2026, Mitratel berhasil mencatatkan ESG Risk Rating sebesar 18,6 yang bertahan di kategori low risk. Hasil ini membawa Mitratel menduduki posisi ke-28 secara global di sektor telekomunikasi versi Morningstar Sustainalytics, sekaligus menjadi yang terbaik di antara perusahaan menara telekomunikasi domestik.
Di pasar modal dalam negeri, Mitratel menempati urutan ke-12 dalam ESG Score for Listed Companies in Indonesia dan masuk ke dalam Indeks IDX ESG Leaders. Selain itu, perseroan menguatkan penerapan prinsip keberlanjutan ISO 26000 dengan meraih level Optimizing & Excellent dari asesmen TÜV SÜD.
"Kerja keras seluruh pihak di Mitratel untuk mencapai target risiko ESG rendah telah berbuah positif dengan adanya pengakuan secara global melalui ESG Risk Rating oleh Sustainalytics. Namun, perjalanan ESG kami tidak berhenti sampai di sini," kata Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko pada Selasa (11/8/2026).
Theodorus Ardi Hartoko menjelaskan bahwa perseroan berkomitmen mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional dan keputusan strategis. Langkah ini diharapkan mampu memberi nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, serta pemangku kepentingan.
Ia menambahkan, proses transformasi ESG perusahaan berlangsung secara bertahap. Pada tahap awal, MTEL berfokus pada kepatuhan sertifikasi internasional, efisiensi energi, penggunaan energi hijau, dan penyusunan strategi jangka panjang.
Selanjutnya, MTEL memperkokoh fondasi tata kelola melalui penerapan sistem manajemen keamanan informasi, penguatan kode etik, mekanisme whistleblowing, peningkatan keterbukaan informasi, serta pengawasan dewan komisaris terhadap aspek ESG.
Analis Sinarmas Sekuritas Yosua Zisokhi menilai pencapaian ini membuktikan ESG di MTEL telah bertransformasi dari sekadar fungsi pemenuhan regulasi menjadi pendorong keunggulan kompetitif.
"Perbaikan ESG risk rating dalam kurun waktu tiga tahun merupakan pencapaian yang menunjukkan adanya konsistensi implementasi, bukan sekadar inisiatif jangka pendek. Hal ini berpotensi memperkuat persepsi investor terhadap kualitas tata kelola dan keberlanjutan bisnis MTEL," kata Yosua Zisokhi.
Yosua Zisokhi juga menyebut posisi Mitratel sebagai pemilik rating risiko ESG terbaik di industri menara nasional memberi nilai tambah di mata investor yang makin memprioritaskan isu keberlanjutan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow