Mirza Fakhrul Islam Alamgir Resmi Dilantik Jadi Presiden Bangladesh
Politikus senior Mirza Fakhrul Islam Alamgir resmi mengucap sumpah jabatan sebagai Presiden ke-23 Bangladesh di Darbar Hall Bangabhaban, Dhaka, pada Jumat (21/8/2026). Ia menggantikan posisi yang sempat kosong pascamundurnya presiden sebelumnya. Pengambilan sumpah jabatan politikus berusia 78 tahun tersebut dipimpin oleh Pelaksana Tugas Ketua Jatiya Sangsad (Parlemen) Kayser Kamal.
Upacara ini dihadiri oleh Perdana Menteri Tarique Rahman, Pemimpin Oposisi Shafiqur Rahman, mantan Penasihat Utama Muhammad Yunus, jajaran menteri kabinet, serta pimpinan militer. Sesaat setelah resmi menjabat, Alamgir langsung melantik lima pejabat baru di jajaran kabinet pemerintahan. Pelantikan tersebut membuat jumlah anggota Kabinet Bangladesh kini genap mencapai 55 orang, termasuk Perdana Menteri.
Dalam pelantikan tersebut, Shamim Kaiser Lincoln dari Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) dan Penasihat Urusan Luar Negeri PM Humaiun Kobir dilantik sebagai menteri negara. Sementara itu, Rashiduzzaman Millat yang sebelumnya menjabat Menteri Negara Penerbangan Sipil dan Pariwisata naik jabatan menjadi menteri penuh.
Tokoh BNP lainnya yang dilantik sebagai menteri adalah Anggota Komite Tetap BNP Abdul Moyeen Khan dan legislator Sa Ching Pru. Ketua Partai Jatiya Bangladesh Andaleeve Rahman juga turut diambil sumpahnya sebagai menteri kabinet. Prosesi pelantikan ini menyusul kemenangan Alamgir dalam pemungutan suara di parlemen pada Kamis (20/8/2026). Sekretaris Jenderal BNP itu mengantongi 255 suara, mengalahkan pesaingnya Oli Ahmed dari aliansi oposisi pimpinan Jamaat-e-Islami yang memperoleh 88 suara.
Pemilihan tersebut mencatatkan sejarah sebagai pemilu presiden berstatus kontestasi pertama di Bangladesh sejak Oktober 1991. Dari total 349 anggota parlemen yang memiliki hak pilih, sebanyak 343 suara sah digunakan dalam pemungutan suara tersebut. Sebelum menghadiri upacara pengambilan sumpah, Alamgir menyempatkan diri mendatangi makam pendiri BNP Ziaur Rahman dan mantan Perdana Menteri Khaleda Zia untuk memanjatkan doa. Mantan dosen ekonomi itu tercatat memiliki rekam jejak panjang di panggung politik nasional, mulai dari pejuang kemerdekaan 1971 hingga menteri di berbagai kementerian.
Mantan Sekjen BNP yang pernah dipenjara 11 kali di era Sheikh Hasina itu menegaskan komitmen utamanya sebelum terpilih sebagai kepala negara. "Saya tidak akan pernah berkompromi terhadap kemerdekaan dan kedaulatan negara," kata Alamgir. Sesuai konstitusi Bangladesh, presiden bertindak sebagai kepala negara dan panglima tertinggi angkatan bersenjata. Meski jabatan ini cenderung bersifat seremonial, presiden memegang peran krusial saat krisis politik dan memiliki kewenangan menunjuk perdana menteri serta ketua mahkamah agung.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow